KTP2JB Nilai X dan Snack Video Tak Patuhi Aturan untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB) menilai kepatuhan perusahaan platform digital terhadap Peraturan Presiden nomor 32 tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital, masih rendah. 

Penilaian ini tertuang dalam 'Laporan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi KTP2JB Tahun 2024-2025' yang digelar di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Baca Juga :
Pemerintah Tegas! Akses AI Grok di Indonesia Masih Ditutup
Dongkrak Kinerja, BSN Genjot Inovasi Produk hingga Layanan Berkelanjutan

Ketua KTP2JB Suprapto menyampaikan beberapa perusahaan platform digital sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan pers. Namun, kerjasama tersebut jauh dari memadai dan jumlahnya masih belum signifikan jika dinilai dari kewajiban platform digital yang dimandatkan dalam Perpres 32/2024.

Logo baru Twitter, X.
Photo :
  • Elon Musk

“Dari enam kewajiban perusahaan platform digital yang dimandatkan Perpres 32/2025, hanya kewajiban terkait kerja sama dan pelatihan yang sudah mulai dilaksanakan. Namun, jumlahnya masih sangat minim,” kata Suprapto.

Ia menambahkan bahwa dari komponen pengisian assesment mandiri dan pengawasan, serta pengawasan yang dilakukan KTP2JB, maka komite dapat menyusun laporan serta rekomendasi. 

Komite telah menetapkan indikator yang mengacu pada tanggung jawab Perusahaan Platform Digital (Pasal 5 Perpres) yang dibagi menjadi empat bidang kerja, yaitu Bidang Kerja Sama Perusahaan Pers dan Platform; Bidang Pelatihan dan Program Jurnalisme; Bidang Pengawasan, Arbitrase, dan Alternatif, Penyelesaian Sengketa; serta Bidang Organisasi dan Hubungan Antarlembaga. 

Bidang Kerja Sama KTP2JB menilai perusahaan platform digital ternyata belum memiliki rencana untuk meningkatkan kerja sama dengan perusahaan pers pada 2026, tidak transparan dalam melaporkan besaran anggaran kerja sama, dan tidak menjelaskan upaya untuk mengatur agar algoritma mereka mendahulukan perusahaan pers yang terverifikasi. 

Maka secara umum dapat dikatakan kepatuhan perusahaan platform digital yang beroperasi di Indonesia untuk menjelaskan kewajibannya untuk sesuai Perpres 32/2024 terbilang rendah.

"Dalam kaitan pemenuhan kewajiban perusahaan platform digital untuk mendesain algoritma distribusi berita, Bidang Pengawasan juga menilai bahwa perusahaan platform digital belum menyediakan bukti dokumen yang menunjukkan adanya notifikasi berkala kepada perusahaan pers saat algoritma berubah dan petunjuk bagi perusahaan pers tentang bagaimana memanfaatkan perubahan desain algoritma tersebut," ujar Suprapto.

Baca Juga :
Roblox Jadi Salah Satu Game Terkaya Sepanjang Tahun 2025
Shift Up Resmi Umumkan Stellar Blade 2 Sedang Dikembangkan, Intip Tanggal Rilisnya di Sini!
Folago Pro Raup Cuan Miliaran dari Format Konser Hybrid, Simak Strateginya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Timnas Futsal Indonesia Gilas Korea 5-0 di Laga Perdana Piala Asia
• 16 menit lalutvrinews.com
thumb
Hari Keempat Operasi, Tim Sar Gabungan Fokuskan Pencarian Korban Longsor Bandung Barat di 3 Titik
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Hadiah Fantastis yang Diterima Justin Gaethje Usai Bikin Paddy Pimblett Babak Belur di UFC 324, The Highlight Untung Besar
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Gratis Sewa 3 Bulan, Pedagang Mulai Padati Teras Lenteng Agung
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Isu Iuran Rp16,9 Triliun untuk Dewan Perdamaian, Menlu Sugiono: Itu Bukan 'Membership Fee'
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.