Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan mengaktifkan kembali penerima bantuan sosial (bansos) yang sempat dihentikan karena terindikasi digunakan untuk judi online (judol).
Pada awal pemblokiran, ada 600 ribu penerima bansos yang diduga terkait dengan judol.
Gus Ipul mengatakan, Kemensos langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengecek faktual kondisi penerima bansos. Dari hasil peninjauan, ia mengatakan, sejumlah penerima bansos yang dibekukan kembali diaktifkan karena keadaan yang sangat membutuhkan.
“Ada sekitar berapa ya, itu ada beberapa ribu lah yang diaktifkan kembali karena mereka benar-benar membutuhkan,” kata Gus Ipul di Komisi VIII DPR, Senayan, Selasa (27/1).
“Jadi itu, itu memang ada yang diaktifkan kembali karena memang benar-benar mereka membutuhkan. Tentu dengan catatan untuk tidak mengulang lagi,” tambahnya.
Gus Ipul menyebut, di antara penerima bansos yang terindikasi digunakan untuk judol itu adalah mereka yang terkena scam. Oleh karena itu, Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.
“Padahal secara kriteria mereka sangat memenuhi untuk menerima bansos. Nah, setelah dilakukan ground check dengan pemerintah daerah, untuk itu diaktifkan kembali untuk menerima bansos tentu dengan pengawasan, dengan pendampingan,” tutup Gus Ipul.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5396764/original/089364800_1761788415-Genoa_vs_Cremonese-1.jpg)
