Pantau - Pelayanan perkantoran di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai kembali normal setelah sempat lumpuh akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026.
Pelayanan Mulai Pulih Setelah Dua Pekan TerhentiBanjir bandang yang melanda kawasan tersebut terakhir kali terjadi pada 1 Januari 2026, menyebabkan sejumlah kantor pemerintahan menghentikan sementara operasionalnya selama sekitar dua pekan.
Mulai Selasa, 27 Januari 2026, aktivitas pelayanan publik kembali terlihat ramai, dengan masyarakat mulai memadati kantor-kantor di wilayah Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
Beberapa kantor yang sudah kembali beroperasi meliputi Kantor Camat, Kantor Urusan Agama (KUA), Kantor Pos, Kantor Wali Nagari, Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Agam, dan sejumlah kantor layanan publik lainnya.
Rian (39), salah satu warga yang datang mengurus keperluan di Kantor Camat Tanjung Raya, menyampaikan bahwa pelayanan sudah kembali berjalan normal.
"Sudah kembali normal meskipun masih ada tumpukan tanah di luar perkantoran yang ada. Petugas juga sudah melayani seperti biasa," ungkapnya.
Rian menjelaskan bahwa pelayanan mulai benar-benar stabil dalam satu pekan terakhir, setelah sebelumnya hanya dibuka terbatas karena petugas masih sibuk membersihkan material lumpur sisa banjir.
Petugas Fokus Melayani Sambil Terus Bersihkan Sisa BencanaKepala Sub Bagian Kepegawaian Kantor Camat Tanjung Raya, Ahda Syukri, mengonfirmasi bahwa pelayanan kepada masyarakat kini telah berangsur pulih.
"Petugas sudah mulai fokus melakukan pelayanan kepada masyarakat sambil membersihkan sisa tanah lumpur yang masih ada di halaman kantor," ia mengungkapkan.
Menurut Ahda, selama masa pemulihan, para petugas tidak hanya membersihkan area kantor dari lumpur dan batu, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan dampak bencana.
Petugas membantu menyalurkan bantuan, mengurus pengungsi, serta melakukan evakuasi warga terdampak banjir.
Ahda Syukri menambahkan, "Kantor camat ini juga menjadi pos penyaluran bantuan bagi korban terdampak bencana."
Kepala KUA Tanjung Raya, Sofian Tsauri, juga memastikan bahwa pelayanan di instansinya telah kembali normal.
"Rata-rata saya ini kita melayani pasangan nikah sebanyak 19 pasang. Memang saya kejadian banjir bandang banyak masyarakat yang minta undur untuk jadwal nikah yang telah diagendakan karena mereka terdampak bencana," katanya.
Sofian menyebut bahwa sebagian besar masyarakat kini mulai menjadwalkan ulang acara pernikahan setelah kondisi lingkungan membaik.




