IHSG dan Rupiah Hijau, Pakar Sebut Berkat Sentimen Thomas Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penguatan rupiah dan IHSG setelah Thomas Djiwandono resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur BI dinilai sebagai sentimen baik di tengah isu independensi BI.

IHSG dan Rupiah Hijau, Pakar Sebut Berkat Sentimen Thomas Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI. (Foto Rohman W/IMG)

IDXChannel - Penguatan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini setelah Thomas Djiwandono resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai sebagai sentimen baik di tengah isu independensi bank sentral.

Untuk diketahui, IHSG menutup perdagangan hari ini di zona hijau dengan mencatatkan penguatan 0,05 persen ke level 8.980. Seturut itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan, dengan naik 14 poin atau sekitar 0,08 persen ke level Rp16.768 per USD.

Baca Juga:
Bos BCA Sambut Terpilihnya Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Siapkan Koordinasi

Executive Director Segara Institute Piter Abdullah mengatakan, isu independensi BI yang digerus seiring waktu mesti dimaknai bahwa insititusi bank sentral tidak bisa dikendalikan oleh satu orang. Setiap kerja-kerja moneter dan keputusan BI berpijak kolektif kolegial.

"Karena Tommy nanti di dalam Dewan Gubernur itu hanyalah bagian ya dari Dewan Gubernur. Jadi saya tidak melihat bahwasanya hal ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk menghilangkan atau mengurangi independensinya BI," ujarnya saat ditemui dalam forum diskusi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:
Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Prabowo Mau Reshuffle Kabinet?

"Contoh misalnya terkait dengan suku bunga, enggak bisa Tommy menurunkan suku bunga. Suku bunga diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur," kata dia.

Baca Juga:
Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Janji Selaraskan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Namun, hal yang harus dicermati publik, kata Piter, soal apa penugasan khusus yang diemban Thomas. Sebab, belum tentu Thomas menggarap lingkup makroprudensial seperti ranah kerja Juda Agung yang mengundurkan diri.

"Jadi kita belum bisa bicara tentang Tommy nanti akan ngapain di BI. Karena dia akan bergantung kepada keputusan Rapat Dewan Gubernur," ujar Piter.

Baca Juga:
Usai Disahkan Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031, Thomas Djiwandono Akan Dilantik di MA

Piter menekankan isu kapabilitas seorang Thomas bukan menjadi hal krusial. Dia meyakini pengalaman kerja-kerja fiskal semasa menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) bisa menjadi modal berkiprah di bank sentral.

"Dengan semua historisnya ya, catatan track record-nya Tommy, saya kira kita paham bahwasanya beliau mampu," kata dia.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mengapa Fraud DSI Sulit Dideteksi Pengawas? Ini Penjelasannya
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemenag Percepat Rehabilitasi Madrasah hingga Rumah Ibadah di Sumatra
• 7 jam laluidntimes.com
thumb
Medistra Hospital kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui kolaborasi internasional dengan menyelenggarakan Round Table Discussion (RTD) sekaligus Signing Ceremony, kerja sama strategis bersama IHH Healthcare Singapore. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kemitraan jangka panjang antara Medistra Hospital dan IHH SG, yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan klinis, keselamatan pasien, serta penguatan sistem layanan kesehatan berstandar internasional. Seiring dengan perkembangan layanan kesehatan global, rumah sakit dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan daya saing. Medistra Hospital memandang kolaborasi internasional sebagai strategi kunci dalam pengembangan layanan unggulan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan praktik terbaik dalam tata kelola klinis. Rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi dari Dr. C. Rinaldi A. Lesmana, PhD, Sp.PD, KGEH, FACP, FACG, FINASIM, spesialis penyakit dalam, konsultan Gastroentero-Hepatologi dari Medistra Hospital. Sebagai dokter dengan kompetensi mendalam di bidang penyakit hati dan saluran cerna, beliau memaparkan materi “New Perspective of Liver Diseases in Indonesia” yang menyoroti tantangan dan dinamika penyakit hati di Indonesia “Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati. Deteksi dini dan tata laksana komprehensif menjadi kunci untuk memperbaiki kesehatan pasien,” ujarnya. Sesi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Tan Ek Khoon, General Surgeon, (HPB (Hepato-Pancreato-Biliary) & Transplant) dari Gleneagles Hospital Singapore yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam bedah hepatobilier dan transplantasi hati. Dalam presentasinya bertema “Living Donor Liver Transplantation: Current Practice and Future Directions”, Dr. Tan Ek Khoon membahas perkembangan terkini serta arah masa depan transplantasi hati donor hidup sebagai solusi terapi penyakit hati stadium lanjut. Sesi ketiga dibawakan oleh dr. Maria Mayasari, Sp.B-KBD, spesialis bedah konsultan bedah digestif dari Medistra Hospital, membawakan tema “The intriguing Evolution of Liver Surgery”. Dengan keahlian di bidang bedah digestif, dr. Maria menggarisbawahi peran inovasi dan kolaborasi lintas disiplin dalam meningkatkan luaran klinis pasien. “Dengan kemajuan teknologi dan teknik bedah, tindakan operasi hati kini dapat dilakukan dengan lebih aman dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien.”, jelasnya. Direktur Medistra Hospital, dr. Adhitya Wardhana, MARS, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen jangka panjang rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik. “Kerja sama ini merupakan langkah Medistra Hospital dalam memperkuat layanan kesehatan berstandar internasional. Melalui kolaborasi dengan IHH SG, kami berharap dapat menghadirkan layanan yang semakin aman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, khususnya dalam pengembangan layanan penyakit hati.” Sejalan dengan pernyataan Dr Adhitya, Chief Executive Officer Gleneagles Hospital Singapore, Mr. Thomas Wee, menyampaikan bahwa kesinambungan layanan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengutamakan kesejahteraan, keselamatan, dan martabat pasien di setiap tahapan perawatan. Ia juga menekankan bahwa layanan kesehatan saat ini tidak lagi dibatasi oleh batas geografis. “Pariwisata medis tidak lagi semata-mata tentang merawat pasien yang bepergian lintas negara. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun ekosistem regional di mana rumah sakit saling berkolaborasi, pengetahuan dapat mengalir secara terbuka, dan pasien memiliki akses terhadap layanan kesehatan terbaik, di mana pun mereka berada,” ujar Mr Wee. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen resmi kedua institusi. Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan layanan klinis unggulan, second opinion dan rujukan internasional, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, transfer pengetahuan dan clinical governance, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta kerja sama penelitian dan inovasi layanan kesehatan. Mengusung tema “Liver Diseases in Indonesia: Current Challenges and the Evolving Role of Liver Transplantation”, acara ini diselenggarakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di Medistra Hospital Jakarta, dan dihadiri oleh jajaran direksi, dokter spesialis, delegasi IHH SG, serta mitra jejaring rujukan. Melalui kerja sama ini, Medistra Hospital berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai rumah sakit yang menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Tentang Rumah Sakit Medistra IHH Healthcare Singapore (IHH SG) merupakan bagian dari IHH Healthcare, pemimpin global dalam layanan kesehatan terintegrasi yang hadir di 10 negara di seluruh dunia. Sebagai penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di Singapura, IHH SG mengoperasikan jaringan terintegrasi yang terdiri dari empat rumah sakit akut berkelas dunia dan telah meraih berbagai penghargaan, yaitu Gleneagles Hospital, Mount Elizabeth Hospital, Mount Elizabeth Novena Hospital, dan Parkway East Hospital. Lebih dari 1.800 dokter spesialis terakreditasi di dalam jaringan ini memberikan layanan medis multidisiplin yang berkualitas tinggi. Jaringan layanan IHH SG tidak hanya mencakup perawatan akut dan tersier, tetapi juga meluas ke layanan primer, layanan spesialistik, serta berbagai layanan penunjang kesehatan. Melalui merek Parkway, IHH SG mengelola jaringan Parkway Shenton yang terdiri dari lebih dari 50 klinik yang tersebar di seluruh Singapura, serta iXchange sebagai unit managed care dan layanan manfaat karyawan. Didukung oleh Parkway Cancer Centre, Parkway MediCentre, Parkway Radiology, Parkway Laboratories, Parkway Rehab, dan Parkway Emergency Services, rangkaian layanan komprehensif IHH SG memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan kesehatan paling tepercaya di Singapura, yang dikenal akan kualitas layanan medis dan luaran klinis yang unggul, baik di Singapura maupun di kawasan regional. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.ihhhealthcare.com/singapore. Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
• 6 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Rekrut Bek Tengah asal Kroasia, Persis Resmi Punya Duet Benteng Baru di Jantung Pertahanan
• 2 jam lalubola.com
thumb
Guinness World Record PUBG Mobile, Bukti Peran Gim dalam Ekonomi Kreatif
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.