Jakarta (ANTARA) - TNI AL melalui Lanal Balikpapan proses evakuasi penumpang KMP Dharma Kartika IX, yang mengalami kemiringan saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa.
Dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan evakuasi itu dilakukan berawal dari informasi adanya kapal penumpang yang miring saat ingin bersandar.
Mendengar informasi tersebut, personel Lanal Balik Papan langsung bergerak cepat menuju lokasi.
"Setibanya di lokasi, petugas gabungan langsung memprioritaskan penyelamatan dan evakuasi korban dengan penuh kehati-hatian di tengah kondisi darurat," kata Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, saat dikonfirmasi di Jakarta.
Personel TNI AL akhirnya berhasil mengevakuasi empat penumpang kapal dengan kondisi sehat dan satu penumpang dalam kondisi kritis. Satu penumpang kapal yang kritis tersebut lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Sementara itu, satu orang penumpang ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia akibat terjepit kendaraan.
Ia melanjutkan, untuk mengurangi kemiringan kapal di pelabuhan, personel TNI AL mencoba mengeluarkan muatan kapal satu persatu secara perlahan.
Hal tersebut, menurut dia, harus dilakukan demi mencegah munculnya korban jiwa lebih banyak.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Prajurit TNI AL akan selalu hadir dan bertindak cepat dalam setiap situasi darurat kemanusiaan,” kata dia.
Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab terjadinya insiden tersebut. Kendati demikian, dia menegaskan, aksi evakuasi yang telah dilakukan merupakan hasil kerja sama yang baik antara TNI AL dan pihak-pihak terkait.
"Koordinasi lintas instansi yang solid menjadi kunci dalam penanganan insiden ini, sekaligus mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mengabdi dan melindungi rakyat di wilayah maritim Indonesia," kata dia.
Dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima ANTARA di Jakarta, dijelaskan evakuasi itu dilakukan berawal dari informasi adanya kapal penumpang yang miring saat ingin bersandar.
Mendengar informasi tersebut, personel Lanal Balik Papan langsung bergerak cepat menuju lokasi.
"Setibanya di lokasi, petugas gabungan langsung memprioritaskan penyelamatan dan evakuasi korban dengan penuh kehati-hatian di tengah kondisi darurat," kata Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, saat dikonfirmasi di Jakarta.
Personel TNI AL akhirnya berhasil mengevakuasi empat penumpang kapal dengan kondisi sehat dan satu penumpang dalam kondisi kritis. Satu penumpang kapal yang kritis tersebut lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Sementara itu, satu orang penumpang ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia akibat terjepit kendaraan.
Ia melanjutkan, untuk mengurangi kemiringan kapal di pelabuhan, personel TNI AL mencoba mengeluarkan muatan kapal satu persatu secara perlahan.
Hal tersebut, menurut dia, harus dilakukan demi mencegah munculnya korban jiwa lebih banyak.
"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Prajurit TNI AL akan selalu hadir dan bertindak cepat dalam setiap situasi darurat kemanusiaan,” kata dia.
Hingga saat ini, belum diketahui apa penyebab terjadinya insiden tersebut. Kendati demikian, dia menegaskan, aksi evakuasi yang telah dilakukan merupakan hasil kerja sama yang baik antara TNI AL dan pihak-pihak terkait.
"Koordinasi lintas instansi yang solid menjadi kunci dalam penanganan insiden ini, sekaligus mencerminkan komitmen TNI Angkatan Laut untuk terus mengabdi dan melindungi rakyat di wilayah maritim Indonesia," kata dia.




