JAKARTA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, pihaknya masih melakukan serangkaian pemeriksaan terkait kasus meninggalnya tiga orang di sebuah rumah kontrakan di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Masih ada beberapa pemeriksaan lagi,” jelas Onkoseno saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (27/1/2026).
Onkoseno juga mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan barang bukti oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri belum seluruhnya rampung.
“Belum semuanya,” ungkapnya.
Baca juga: Dua Tersangka Penusukan di Kemang Terancam Penjara 12 Tahun
Saat ditanya mengenai barang apa saja yang hasil pemeriksaannya telah keluar, Onkoseno menyebutkan bahwa pihak kepolisian akan menyampaikannya secara lengkap pada waktu yang akan datang.
“Nanti sekalian ya akan kita rilis,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi memastikan tiga orang yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, merupakan satu keluarga.
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Adji Pradana mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan jenazah tersebut dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ditemukan adanya penemuan mayat terhadap tiga jenazah yang berjenis kelamin dua perempuan dan satu laki-laki,” ucap Seno saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Baca juga: Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Kematian Satu Keluarga di Warakas
Ketiga korban masing-masing berinisial S (50), AA (27), dan AA (13). Mereka ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan tempat tinggalnya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengungkapkan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu anak korban yang baru pulang bekerja.
“Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa,” ungkap Seno saat ditemui di Polres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
Setelah mendapati kondisi tersebut, anak korban langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar.
“Kemudian yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar,” kata Seno.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



