Lubuk Basung (ANTARA) - Personel Polri bersama taruna Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUPSTP) Jakarta membersihkan material banjir bandang menumpuk di halaman rumah warga di Pasar Maninjau, Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa.
Puluhan personel kepolisian dan taruna AUPSTP Jakarta terlihat bersama-sama membersihkan material banjir bandang yang sudah mengeras di halaman rumah warga.
Mereka menggunakan cangkul, gerobak, keranjang, linggis dan peralatan sederhana lainnya dengan membuang tanah dari pekarangan rumah warga.
Dengan kegiatan itu, warga sangat terbantu dengan adanya kolaborasi lembaga tersebut, sehingga material bisa dibersihkan.
"Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak kepolisian dan taruna AUPSTP Jakarta yang bersama-sama membersihkan material tanah longsor," kata salah seorang warga Maninjau Amsuri (63), Selasa.
Ia mengatakan halaman rumahnya itu dipenuhi material banjir bandang setelah dinding pembatas rumahnya jebol dampak banjir bandang terjadi pada akhir 2025.
Baca juga: Pembersihan kayu banjir di Geudumbak Aceh buka jalan utama warga
Akibatnya air beserta material masuk ke dalam halaman rumah setinggi 40 centimeter, sehingga halaman rumahnya dipenuhi material.
"Material cukup banyak di halaman rumah dan saya cukup terbantu sekali dengan adanya kolaborasi Polri dengan AUPSTP," katanya.
Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Raya AKP Muzakar mengatakan pembersihan rumah warga melibatkan personel Polres Agam dan Polda Sumbar.
"Kita juga dibantu oleh AUPSTP Jakarta, sehingga total yang bekerja sekitar 50 orang," katanya.
Ia menambahkan personel Polri dan taruna AUPSTP Jakarta membersihkan sisa material tanah longsor yang sudah mengeras menggunakan cangkul dan langsung dibuang.
Selain membersihkan material di rumah warga, Polri dan AUPSTP Jakarta juga membersihkan material yang masih menimbulkan badan jalan.
"Kita fokus untuk pembersihan material banjir bandang di rumah, fasilitas umum, fasilitas pemerintah tempat ibadah dan lainnya," katanya.
Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya salah satu daerah yang terparah terdampak banjir bandang.
Lokasi tersebut beberapa kali terjadi banjir bandang susulan, akibat hulu Sungai Batang Muaro Pisang tersumbat material tanah longsor di Kelok 42.
Baca juga: Pemprov Aceh percepat lahan Huntap di 17 daerah terdampak bencana
Baca juga: Polri salurkan bantuan Al Quran kepada pesantren terdampak banjir
Baca juga: Nelayan Danau Maninjau Agam mulai cari ikan usai banjir bandang
Puluhan personel kepolisian dan taruna AUPSTP Jakarta terlihat bersama-sama membersihkan material banjir bandang yang sudah mengeras di halaman rumah warga.
Mereka menggunakan cangkul, gerobak, keranjang, linggis dan peralatan sederhana lainnya dengan membuang tanah dari pekarangan rumah warga.
Dengan kegiatan itu, warga sangat terbantu dengan adanya kolaborasi lembaga tersebut, sehingga material bisa dibersihkan.
"Saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari pihak kepolisian dan taruna AUPSTP Jakarta yang bersama-sama membersihkan material tanah longsor," kata salah seorang warga Maninjau Amsuri (63), Selasa.
Ia mengatakan halaman rumahnya itu dipenuhi material banjir bandang setelah dinding pembatas rumahnya jebol dampak banjir bandang terjadi pada akhir 2025.
Baca juga: Pembersihan kayu banjir di Geudumbak Aceh buka jalan utama warga
Akibatnya air beserta material masuk ke dalam halaman rumah setinggi 40 centimeter, sehingga halaman rumahnya dipenuhi material.
"Material cukup banyak di halaman rumah dan saya cukup terbantu sekali dengan adanya kolaborasi Polri dengan AUPSTP," katanya.
Kepala Kepolisian Sektor Tanjung Raya AKP Muzakar mengatakan pembersihan rumah warga melibatkan personel Polres Agam dan Polda Sumbar.
"Kita juga dibantu oleh AUPSTP Jakarta, sehingga total yang bekerja sekitar 50 orang," katanya.
Ia menambahkan personel Polri dan taruna AUPSTP Jakarta membersihkan sisa material tanah longsor yang sudah mengeras menggunakan cangkul dan langsung dibuang.
Selain membersihkan material di rumah warga, Polri dan AUPSTP Jakarta juga membersihkan material yang masih menimbulkan badan jalan.
"Kita fokus untuk pembersihan material banjir bandang di rumah, fasilitas umum, fasilitas pemerintah tempat ibadah dan lainnya," katanya.
Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya salah satu daerah yang terparah terdampak banjir bandang.
Lokasi tersebut beberapa kali terjadi banjir bandang susulan, akibat hulu Sungai Batang Muaro Pisang tersumbat material tanah longsor di Kelok 42.
Baca juga: Pemprov Aceh percepat lahan Huntap di 17 daerah terdampak bencana
Baca juga: Polri salurkan bantuan Al Quran kepada pesantren terdampak banjir
Baca juga: Nelayan Danau Maninjau Agam mulai cari ikan usai banjir bandang




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478783/original/082310300_1768923114-13.jpg)
