Surakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menghadiri peringatan kenaikan takhta atau Tingalan Jumenengan Dalem Ke-4 K.G.P.A.A. Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Surakarta, Selasa, 27 Januari 2026. Kehadiran Wapres menjadi simbol dukungan pemerintah dalam memperkuat kebudayaan sebagai jati diri bangsa.
“Semoga Mangkunegaran bukan hanya sekadar wadah fisik bangunan dan tembok, namun menjadi tempat kita bisa merasakan apa arti rumah itu sesungguhnya,” ujar Mangkunegara X dalam titahnya di hadapan Wapres Gibran dan para tamu undangan dikutip dari Antara.
Baca Juga :
Wapres Gibran Hadiri Peringatan Kenaikan Tahta KGPAA Mangkunegara X di Solo
Mangkunegara X, atau yang akrab disapa Gusti Bhre, juga menyampaikan pesan mendalam mengenai makna kebahagiaan. Menurutnya, kebahagiaan bukanlah sesuatu yang dikejar secara tergesa-gesa, melainkan sebuah proses menata batin dalam menjalani perjalanan hidup.
“Kita percaya kebahagiaan bukan sesuatu yang dikejar dengan tergesa, melainkan dijalani sebagai suatu laku. (Kebahagiaan) tidak lahir dari pencapaian semata, tetapi dari cara manusia menata batin, bersikap jernih memaknai perjalanan hidupnya dari hari ke hari,” tambah Mangkunegara X.
Dalam prosesi adat yang khidmat tersebut, Mangkunegara X turut menganugerahkan gelar Kanjeng Pangeran (KP) kepada 18 tokoh nasional. Di antaranya adalah Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri, serta Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. Wapres Gibran sendiri sebelumnya telah menerima gelar Kanjeng Pangeran Haryo pada tahun 2023.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Wapres yang hadir didampingi Selvi Ananda menyaksikan rangkaian upacara mulai dari kirab prajurit (royal defile) hingga tarian sakral Bedhaya Anglir Mendhung. Kehadiran pimpinan nasional ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya Nusantara agar tetap adaptif di era modern.
Selepas mengikuti seluruh rangkaian prosesi yang melibatkan sekitar 1.000 orang tersebut, Wapres Gibran meninggalkan Pura Mangkunegaran untuk bertolak kembali ke Jakarta.


