Prajurit TNI AL Asal Gorontalo Diduga Jadi Korban Longsor di Bandung Barat

tvrinews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ambika

TVRINews, Bone Bolango

Seorang prajurit TNI Angkatan Laut (AL) asal Provinsi Gorontalo diduga menjadi salah satu korban dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat, 23 Januari 2026.

Prajurit tersebut diketahui bernama Sersan Dua (Serda) Marinir Rein Pasau, putra daerah Kabupaten Bone Bolango. Ia tercatat sebagai salah satu dari 23 prajurit TNI AL yang dinyatakan hilang akibat longsor saat menjalankan tugas latihan.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra Sukmana, membenarkan bahwa Serda Rein Pasau termasuk dalam daftar prajurit yang hingga kini belum ditemukan.

“Benar, Serda Rein Pasau merupakan salah satu dari personel yang dilaporkan hilang. Kami masih menunggu perkembangan resmi dari tim pencarian di Bandung Barat.” kata Hanny.

Menurutnya, saat kejadian, Serda Rein bersama 22 prajurit Yonif Pasmar 9 tengah melaksanakan latihan Bawah Kendali Operasi (BKO) pengamanan wilayah. Longsor yang terjadi mendadak membuat seluruh prajurit di lokasi tersebut tertimbun material.

“Mereka sedang menjalankan tugas latihan rutin. Longsor datang sangat cepat sehingga 23 prajurit tidak sempat menghindar,” ungkap Hanny.

Hingga Selasa, 27 Januari 2026, dari total 23 prajurit yang dilaporkan hilang, tiga orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Proses pencarian sisanya masih dilakukan oleh tim gabungan TNI, Basarnas, dan unsur terkait lainnya.

Usai menerima informasi kejadian, Danlanal Gorontalo langsung berkoordinasi dengan keluarga Serda Rein Pasau di Desa Molotabu, Kecamatan Bone Raya, Kabupaten Bone Bolango.

Hanny juga meluruskan informasi yang beredar mengenai sebuah video peti jenazah yang menampilkan foto beberapa prajurit, termasuk Serda Rein.

“Peti jenazah yang terlihat dalam video itu masih kosong. Foto-foto prajurit ditempel sebagai bentuk penghormatan dan persiapan, bukan berarti mereka telah ditemukan. Sebagian besar korban hingga saat ini belum berhasil ditemukan,” tegasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cha Eun-woo Kena Cancel Culture, Dihapus dari Berbagai Iklan setelah Kontroversi Penggelapan Pajak
• 19 jam lalumerahputih.com
thumb
200 Rekomendasi Nama Sunda Kuno, Unik dan Eksotis untuk Si Kecil!
• 1 jam lalutheasianparent.com
thumb
Terancam Didemo Partai Buruh, YouTube Ternyata Sudah Pulihkan Akun
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan! Cek Jadwal Pemesanan dan Keberangkatannya
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Siagakan 1.174 Personel Kawal Demo Buruh di Jakpus Hari Ini
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.