Bisnis.com, MEDAN – Bupati Aceh Tamiang Provinsi Aceh Armia Pahmi mengungkapkan Aceh Tamiang membutuhkan pembangunan kembali hunian tetap (huntap) sekitar 20.000 unit bagi masyarakatnya yang terdampak bencana banjir bandang jelang akhir November 2025.
“Ada 20.000 lebih pembangunan huntap yang saya minta [ke pemerintah]. Itu berdasarkan data yang sudah ada di saya dan kemungkinan bisa bertambah,” ujar Armia kepada Bisnis, Selasa (27/1/2026).
Dia mengatakan, jumlah huntap yang saat ini diminta Pemkab Aceh Tamiang ke pemerintah telah berdasarkan simulasi dan taksiran data sesuai SK BNBA (Surat Keputusan By Name By Address) tahap I dan finalisasi data BNBA tahap II yang masih berlangsung.
Angka itu disebutnya akan bertambah mengingat proses verifikasi dan validasi faktual di lapangan yang terus berlanjut.
Berdasarkan data sementara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Badai Tropis Senyar Kabupaten Aceh Tamiang tanggal 26 Januari 2026, total rumah rusak di wilayah ini mencapai 75.088 unit. Rinciannya, sebanyak 12.358 unit rumah mengalami rusak berat; rusak sedang 17.028 unit; dan rusak ringan 39.793 unit.
Armia Pahmi menuturkan per tanggal 22 Januari 2026, tim verifikasi dan validasi faktual sudah mendata 1.141 unit rumah dengan rincian klasifikasi rumah rusak berat sebanyak 117 unit, rumah rusak sedang 249 unit; dan rumah rusak ringan sebanyak 775 unit.
Baca Juga
- Anggaran Penanganan Bencana Sumatra Rp74 Triliun, Terbesar untuk Aceh
- Pemulihan Ekonomi Aceh Perlu Percepatan Rehab Infastruktur Akses Komoditas
- Satgas PKH: Pencabutan Cabut Izin 28 Perusahaan Dilakukan Kemenhut hingga Pemprov Aceh
Dia pun menyebut baru mendapat komitmen dan kepastian pembangunan unit rumah baru (huntap) sebanyak kurang lebih 2.446 unit bagi warga korban bencana hidrometeorologi, yakni dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebanyak 1.796 unit, Polri sebanyak 150 unit, dan Yayasan Buddha Tzu Chi sebanyak 500 unit.
“Bila menggunakan perkiraan tadi, berarti masih ada PR pemenuhan kebutuhan pembangunan kembali rumah masyarakat sekitar 17.554 unit dan akan terus bertambah. Kami berharap ini dapat perhatian dari pemerintah pusat agar masyarakat korban bencana bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” jelasnya.




