Garda Revolusi Iran memberikan peringatan kepada negara-negara tetangga untuk tidak membantu militer Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran.
Peringatan ini dikeluarkan setelah AS mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln ke sekitar Iran. Selain itu AS juga mempertahankan beberapa pangkalan militernya di Timur Tengah.
Pengerahan kekuatan tempur itu juga dikaitkan dengan opsi intervensi militer oleh AS terkait tindakan kekerasan yang dilakukan pemerintah Iran terhadap demonstran di negara itu.
"Negara-negara tetangga adalah teman kita, tetapi jika tanah, langit, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka akan dianggap sebagai musuh," kata wakil politik pasukan angkatan laut Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohammad Akbarzadeh dikutip dari AFP, Rabu (28/1).
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (27/1) memperingatkan bahwa ancaman AS terhadap Iran hanya akan menyebabkan ketidakstabilan. Dalam percakapan di telepon dengan Pangeran Saudi Mohammed bin Salman (MBS) ia menyampaikan kecaman terkait ancaman AS itu.
"Ancaman dan operasi psikologis Amerika bertujuan untuk mengganggu keamanan kawasan dan tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan," kata Pezeshkian kepada Pangeran Mohammed, menurut kantornya.
Menurutnya persatuan negara-negara Islam yang dapat menjamin keamanan, stabilitas, dan perdamaian langgeng di kawasan tersebut.



