jpnn.com, JAKARTA - Banjir besar kembali melanda sejumlah permukiman warga di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
Peristiwa ini memicu keresahan warga karena banjir kerap berulang setiap musim hujan tanpa adanya solusi permanen.
BACA JUGA: Waspada, Ada Risiko Tersembunyi saat Mobil Listrik Menerobos Banjir
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir tidak hanya merendam RW 07, tetapi juga berdampak pada lingkungan RW 03, RW 06, dan RW 08.
Genangan air di beberapa titik dilaporkan mencapai ketinggian sekitar satu meter atau setara dengan pinggang orang dewasa, sehingga mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan potensi kerugian material.
BACA JUGA: Banjir Kepung Sejumlah Perumahan di Bekasi
Ketua RT 002/RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur mengaku setiap kali hujan turun dengan curah tinggi dan durasi yang cukup lama, air dengan cepat meluap ke kawasan permukiman.
"Kondisi tersebut membuat masyarakat hidup dalam kekhawatiran, terutama terhadap keselamatan keluarga serta harta benda mereka," kata Ahmad Nur, Selasa (27/1).
BACA JUGA: Pemerhati Sebut Upaya Pramono Anung Atasi Banjir Jakarta Sudah Tepat
Dia menjelaskan banjir kali ini berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga dan jika dirata-ratakan, jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1000 orang.
“Kalau hujan deras berlangsung lama, air cepat naik. Ketinggiannya hampir satu meter. Warga pasti cemas karena ini bukan pertama kali terjadi,” lanjutnya.
Dia menambahkan, banjir juga berisiko merusak peralatan rumah tangga, khususnya barang elektronik seperti televisi dan lemari es.
Menurutnya, persoalan banjir di Cakung Barat telah menjadi masalah tahunan yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Atas kondisi tersebut, Ahmad Nur angkat bicara mewakili warganya dengan menyuarakan harapan agar pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan embung sebagai solusi pengendalian banjir.
"Warga menilai embung menjadi salah satu langkah penting untuk menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi," tuturnya.
Diketahui, rencana pembangunan embung di wilayah Cakung Barat saat ini masih dalam tahap pembahasan anggaran di DPRD DKI Jakarta.
Komisi D DPRD DKI Jakarta sendiri dipimpin oleh Yuke Yurike memiliki peran pengawasan terhadap dinas-dinas teknis, antara lain Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perumahan, Dinas Cipta Karya, serta Dinas Lingkungan Hidup, guna memastikan pembangunan kota berjalan merata dan berkelanjutan.
Warga berharap Komisi D dapat bertindak cepat sebagai wakil rakyat untuk merespons keluhan masyarakat Cakung Barat.
"Percepatan pembahasan dan realisasi anggaran dinilai sangat dibutuhkan agar persoalan banjir tidak terus berulang dan menjadi beban warga setiap musim hujan," kata Ahmad.
Di sisi lain, jelasnya, sikap Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta juga menjadi perhatian publik.
Hingga kini, awak media telah beberapa kali berupaya meminta tanggapan resmi terkait penanganan banjir dan rencana pembangunan embung, tetapi belum mendapatkan penjelasan terbuka dari Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika.
Warga Cakung Barat berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD DKI Jakarta, dinas teknis, dan media agar penanganan banjir dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Langkah cepat dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman dari ancaman banjir di masa depan," pungkas Ahmad.(mcr8/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra



