Anak Diasuh Keluarga hingga ART, Realitas Pengasuhan di Balik Ibu yang Tetap Bekerja

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagi belum sepenuhnya terang ketika Nana Anastya (38) menutup pintu rumahnya di kawasan Jakarta Timur.

Di balik pintu itu, dua anaknya yang berusia 10 tahun dan 5 tahun tidak sepenuhnya ia tinggalkan sendirian.

Anak sulungnya berangkat sekolah lalu mengikuti les hingga sore, sementara si bungsu diasuh oleh neneknya ibu Nana yang rumahnya tak jauh dari sana.

“Anak pertama sudah sekolah dasar dan pulang sekolah ikut kegiatan les sampai sore. Anak kedua diasuh oleh ibu saya yang tinggal tidak jauh dari rumah,” kata Nana saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/1/2026).

“Tapi ibu saya sudah lanjut usia. Saya sering merasa tidak tega membebani beliau,” lanjut dia.

Baca juga: Dilema Ibu Pekerja Jakarta: Menanggung Lelah di Kantor dan Rumah

Pengasuhan anak yang berpindah tangan ke keluarga, tetangga, hingga asisten rumah tangga (ART) menjadi realitas sehari-hari bagi banyak ibu pekerja di Jakarta.

Di balik angka partisipasi kerja perempuan yang terus meningkat, ada cerita tentang waktu yang terpotong, kelelahan emosional, serta rasa bersalah yang jarang terdengar di ruang kebijakan.

Sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan logistik swasta, Nana menjalani hari-hari yang padat nyaris tanpa jeda.

Jam empat pagi, ia sudah bangun untuk menyiapkan sarapan, bekal sekolah anak, sekaligus membereskan rumah sebisanya.

Pukul enam pagi, ia harus berangkat kerja karena jarak rumah ke kantor cukup jauh.

“Sepanjang hari saya bekerja di kantor sampai sore, lalu pulang dan kembali menjalankan peran domestik. Hampir tidak ada waktu istirahat yang benar-benar untuk diri sendiri,” ujar Nana.

Bekerja bagi Nana bukan soal ambisi karier semata. Keputusan itu lahir dari kebutuhan ekonomi.

Gaji suami tidak lagi mencukupi untuk membayar kontrakan, biaya sekolah anak, dan kebutuhan harian di Jakarta yang kian mahal.

“Bekerja bukan pilihan ideal, tapi kebutuhan. Kalau saya berhenti, keuangan keluarga langsung goyah,” kata dia.

Baca juga: Psikolog: Ibu Bekerja Berisiko Kelelahan Emosional dan Rasa Bersalah Berkepanjangan

Situasi itu memaksanya merelakan sebagian peran pengasuhan dialihkan ke orang lain. Namun, alih peran itu tidak serta-merta menghapus beban emosional.

Rasa Bersalah dan Kelelahan Emosional

Beban ganda sebagai pekerja sekaligus pengasuh utama anak meninggalkan jejak emosional yang dalam.

Nana mengaku sering merasa sangat lelah secara mental.

“Ada kalanya saya menangis sendiri di kamar mandi karena capek. Tapi besoknya tetap harus bangun dan menjalani rutinitas yang sama,” kata Nana.

Kelelahan itu tidak jarang berdampak pada kesehatan fisik. Sakit kepala, gangguan tidur, hingga maag yang kambuh menjadi keluhan sehari-hari.

Namun, memeriksakan diri ke dokter sering kali tertunda karena keterbatasan waktu. Stigma sosial pun masih membayangi.

“Masih ada anggapan ibu bekerja itu kurang perhatian pada anak. Padahal kami bekerja justru demi anak-anak,” tutur Nana.

Baca juga: Psikolog Sebut Keamanan Emosional Anak Penting di Sekolah

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Nana mengaku sering diliputi rasa bersalah, terutama saat anak sakit atau ada kegiatan sekolah yang tak bisa ia hadiri.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Jabar Ungkap Korban Longsor Bandung Barat per Selasa Malam: 50 Kantong Jenazah Ditemukan
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Sekda Jateng Sambangi Basecamp Bukit Mongkrang di Gunung Lawu, Cek Pencarian Pendaki yang Hilang
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil Thailand Masters 2026: Hadapi Wakil Tuan Rumah, Rachel/Febi Menangi Dramatis pada Duel Rubber Game di Babak 32 Besar
• 1 menit lalutvonenews.com
thumb
Apakah Sah Shalat Jika Tidak Mengerti Arti Bacaannya? Ternyata Begini Kata Ustaz Abdul Somad
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sambut Keberuntungan Tahun Baru Kuda Api 2026 dengan Kemeriahan Buffet Dinner di Hotel Santika Premiere ICE-BSD City
• 5 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.