TNI AD bangun jembatan modular hubungkan tiga kecamatan di Aceh Utara

antaranews.com
21 jam lalu
Cover Berita
Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina membangun jembatan modular yang menghubungkan tiga kecamatan di Aceh Utara guna mengatasi akses warga dan distribusi logistik yang terhambat pascabanjir yang melanda wilayah itu.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Danyonzipur 5/ABW) Kodam V/Brawijaya yang juga Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 di sektor Aceh Utara, Letkol Czi Wahyu Wuhono mengatakan jembatan garuda buatan dalam negeri dipilih karena sistem bongkar pasang cepat, adaptif medan, serta efektif menggantikan akses terputus akibat bencana banjir.

"Kalau ini jembatan garuda yang akan kita pasang ini bentangannya sekitar 30 sampai dengan 32 meter," kata Letkol Wahyu kepada ANTARA saat ditemui di sela-sela pembangunan jembatan itu di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (27/1).

Baca juga: Keterbatasan tak halangi anak-anak di Gayo Lues untuk tetap mengaji
Baca juga: PMI Sumut lakukan pendampingan psikososial anak di Tapanuli Tengah

Di kawasan Jambo Aye, jembatan garuda dengan bentangan puluhan meter dipasang menghubungkan antarkecamatan, menjadi urat nadi mobilitas warga yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jembatan diterjang banjir.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Danyonzipur 5/ABW) Kodam V/Brawijaya yang juga Komandan Satgas SSY Yonzipur 5 di sektor Aceh Utara Letkol Czi Wahyu Wuhono menjawab pertanyaan ANTARA soal pembangunan jembatan modular di Aceh Utara , Selasa (27/1/2026). ANTARA/Harianto

Letkol Wahyu mengaku secara keseluruhan pihaknya menargetkan pembangunan total 300 jembatan di Aceh, terdiri atas jembatan Bailey, Aramco, dan gantung, dengan komposisi dinamis sesuai kebutuhan lapangan serta tingkat kedaruratan wilayah terdampak.

Hingga kini, kata dia, 24 jembatan telah terpasang, termasuk di Bener Meriah dan Aceh Utara, sementara pemasangan lanjutan terus dilakukan bertahap agar konektivitas desa, kebun, dan pusat ekonomi segera pulih.

Baca juga: Ratusan penyintas bencana masih menetap di SMAN 1 Tukka
Baca juga: TNI targetkan pembangunan jembatan gantung di Tukka rampung Februari

Setiap pembangunan melibatkan puluhan personel terlatih, didukung alat berat dan kerja tanpa henti, bahkan hingga malam hari, guna mengejar waktu penyelesaian lebih cepat dari standar pengerjaan normal.

Meski bersifat sementara, kata Letkol Wahyu, jembatan modular terbukti mampu bertahan lama bila dirawat, menjadi solusi efektif sembari menunggu pembangunan permanen oleh pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.

Keuchik (sebutan Kepala Desa) Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Abdul Mutaleb menjawab pertanyaan ANTARA soal pembangunan jembatan modular di Aceh Utara, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Harianto

Sementara itu, Keuchik (sebutan Kepala Desa) Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Abdul Mutaleb mengaku bersyukur adanya pembangunan jembatan modular di wilayah itu karena menghubungkan tiga kecamatan, yaitu Langkahan, Baktiya, dan Cot Girek, sekaligus memulihkan akses ekonomi warga desa itu dan sekitarnya.

Abdul menuturkan sebagian besar warga Desa Matang Serdang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan sawit dan pertanian, sehingga terputusnya jembatan memaksa warga memutar hingga 30 kilometer untuk mengangkut hasil kebun.

Putusnya akses jembatan juga berdampak pada dunia pendidikan, karena aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 19 di daerah itu terhenti demi keselamatan siswa akibat jalur darurat belum memadai.

Baca juga: Penyintas banjir Aceh Utara tempati huntara kayu meski tak ada listrik
Baca juga: Warga Gayo Lues berharap bantuan alat berat untuk mempermudah kegiatan

Selain itu, Abdul menyebutkan sebanyak 679 kepala keluarga (KK) dengan 3.750 jiwa terdampak banjir di daerah tersebut. Dari jumlah itu, 144 rumah hilang total, dan 339 rumah rusak berat.

Bahkan dia mengaku jika rumah pribadinya sendiri ikut rusak hampir 90 persen, namun tetap berupaya menguatkan warga sambil mencari dukungan agar desanya yang terpencil mendapat perhatian pemulihan apalagi menghadapi bulan suci Ramadhan 2026.

Sejumlah prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina menyelesaikan perakitan jembatan garuda di Desa Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Harianto

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir Bandang di Nagan Raya Baru Capai 30 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadhan
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
• 23 jam lalumerahputih.com
thumb
Asuransi Penyakit Kritis Zurich Life Sumbang 20% Premi Desember 2025
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Wamendagri Bima Dorong Kepala Daerah Perkuat Ekosistem Industri Halal Nasional
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ini Target Shayne Pattynama Bersama Persija di BRI Super League Musim Ini
• 18 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.