Permintaan Maaf Aparat Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Pakai Spons Tanpa Verifikasi

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang anggota Polri dan anggota TNI AD akhirnya mengaku salah dan meminta maaf usai tindakannya yang sempat menuduh seorang pedagang di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjual es gabus berbahan spons viral.

Keduanya yakni Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Heri Purnomo.

Permintaan maaf disampaikan lewat video berdurasi sekitar 4 menit yang dirilis oleh Polres Metro Jakarta Pusat pada Selasa (27/1/2026).

"Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es kue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial," ujar Ikhwan dalam video.

Baca juga: Polisi Bantah Pemberian Motor dan Modal ke Pedagang Es Gabus sebagai Permintaan Maaf

Ikhwan menjelaskan, tindakan yang ia lakukan bersama Heri merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang khawatir akan adanya dugaan peredaran makanan berbahaya di lingkungan mereka.

Sebagai petugas di lapangan, kata dia, pihaknya berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga.

"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya," tutur Ikhwan.

"Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya," lanjutnya.

Akui tarik kesimpulan tanpa pemeriksaan

Ikhwan juga mengakui bahwa dirinya telah bertindak terlalu cepat dengan menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang, yakni Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kedokteran kepolisian, maupun Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Ia tak menampik bahwa dirinya seharusnya melakukan proses klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat.

"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Suderajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau," jelasnya.

Baca juga: Kasus Es Gabus dari Spons, Pangdam Jaya Minta Diselesaikan lewat Jalur Dialog yang Sejuk

Ia juga mengakui bahwa kabar mengenai es gabus berbahan spons yang viral di media massa dapat memengaruhi usaha dan kehidupan Suderajat sebagai pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya dari hasil berjualan.

"Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami," ungkap Ikhwan.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah," jelasnya.

Berdasarkan rekaman video, permintaan maaf lisan disampaikan oleh Aiptu Ikhwan.

Sementara itu, Serda Heri mendengarkan penjelasan yang disampaikan rekannya.

Selain itu, dalam video permintaan maaf juga tampak Kapolsek Johar Baru bersama Danramil Kemayoran mendampingi anggota masing-masing.

Baca juga: Curhat Pedagang Es Gabus Usai Diberi Modal Polisi: Masih Mau Jualan, tapi Takut Digebuk

Kemudian hadir pula Ketua RW 05 Kelurahan Panjang dan Ketua RT 10 RW 05 Kelurahan Utan Panjang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Video TNI dan Polisi Viral

Sebelumnya, video yang menampilkan Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo viral di media sosial.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Ungkap Perusahaan Rudy Tanoesoedibjo Tak Salurkan Bansos
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Zelensky Kecam Serangan Rusia ke Kereta Penumpang yang Tewaskan 4 Orang
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Diangkut Dua Pekan, Sampah Pasar Giwangan Yogya Menumpuk hingga Bahu Jalan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Penghitungan Kerugian Negara Kasus Haji Tahap Final, KPK Bakal Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex
• 23 jam lalusuara.com
thumb
Ahok Sebut MyPertamina Menjanjikan Keuntungan Luar Biasa, tetapi Ditolak Kesultanan
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.