Truk Listrik Tambang Diuji Coba di Kaltim, MHU Klaim Efisiensi Biaya Operasional Capai 40 Persen

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Multi Harapan Utama (MHU) menguji coba penggunaan truk angkut listrik atau electric vehicle (EV) hauling truck di area operasional tambangnya di Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dengan hasil efisiensi biaya operasional hingga 40 persen.

Uji coba truk angkut listrik ini dilakukan pada Sabtu, 24 Januari 2026, sebagai bagian dari komitmen MHU, anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI), dalam memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar menyampaikan bahwa langkah tersebut bertujuan mendorong operasional tambang yang lebih efisien energi dan beremisi lebih rendah.

Kemal Djamil Siregar menyatakan, “Penerapan teknologi hybrid melalui HYDRUM menjadi fondasi awal dalam transformasi operasional kami. Uji coba truk angkut listrik ini merupakan milestone lanjutan untuk mengevaluasi kesiapan teknologi EV sebagai bagian dari transisi energi yang dilakukan secara bertahap dan terukur,” ungkapnya.

Ia menegaskan seluruh inisiatif tersebut dijalankan dengan tetap menjaga aspek keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kesinambungan produksi.

Truk yang diuji coba adalah SANY 445 EV dump truck dengan konfigurasi penggerak 8x4 yang diuji langsung di area site tambang untuk memperoleh gambaran kinerja sesuai kondisi kerja aktual.

Kepala Teknik Tambang MHU Aris Subagyo menjelaskan pengujian dilakukan secara teknis dan terukur dengan fokus pada performa pengangkutan, ketahanan unit terhadap medan tambang, serta kesesuaian jam kerja dengan kebutuhan produksi.

Aris Subagyo mengatakan, “Uji coba Truk Angkut Listrik SANY kami lakukan langsung di area tambang untuk menilai performa hauling, ketahanan unit, serta jam kerja aktual dalam kondisi operasional yang sebenarnya,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan teknologi baru di sektor pertambangan harus melalui evaluasi menyeluruh berbasis data dan pengalaman lapangan.

Ia menambahkan, “Hasil uji coba ini akan menjadi dasar teknis dalam pengambilan keputusan ke depan, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keandalan operasi,” katanya.

Dari sisi biaya, kajian dengan asumsi umur pakai empat tahun atau sekitar 16.000 jam kerja menunjukkan total biaya siklus dump truck diesel MB4845K mencapai sekitar Rp11,11 miliar atau Rp690.800 per jam.

Sementara itu, EV dump truck mencatat total biaya siklus sekitar Rp6,71 hingga Rp7,15 miliar atau setara Rp423.900 hingga Rp439.600 per jam.

Perbandingan tersebut mencerminkan potensi efisiensi biaya operasional hingga sekitar 40 persen.

Secara teknis, truk listrik ini menggunakan motor bertenaga hingga 460 kW dengan torsi maksimum 2.900 Nm, baterai CATL berkapasitas 400 kWh, sistem charging dan swapping baterai, serta fasilitas pengisian daya 360 kW.

MHU dinilai memiliki prasyarat yang mendukung pengembangan elektrifikasi, antara lain akses pasokan listrik PLN yang memadai dan proyeksi umur tambang jangka panjang.

Uji coba ini merupakan kelanjutan dari program HYDRUM (Hybrid Dumptruck for Responsible Energy Use in Mining) yang telah dijalankan sejak awal 2025 dan berhasil menurunkan konsumsi bahan bakar hingga 46 persen serta emisi sebesar 3.067,9 ton CO₂e.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Makassar 28 Januari 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prediksi Skor PSG vs Newcastle Dini Hari Nanti, Head to Head, dan Susunan Pemain
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kinerja LQ45 Potensi Salip Laju IHSG, Efek Masuknya Emiten Jumbo
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Sidang Kasus Tata Kelola Minyak Mentah, Ahok Tegaskan Tak Ada BBM Oplosan
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
MBS Larang Trump Gunakan Wilayah Arab Saudi untuk Serang Iran
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.