Krisis Kepercayaan, Trump Tidak Peduli Soal Pelemahan Dolar AS

wartaekonomi.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di bawah tekanan pada Rabu (28/1). Ia diperdagangkan di dekat level terendah dalam hampir empat tahun di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kebijakan ekonomi dari AS.

Dilansir dari Reuters, Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan mata uang greenback terhadap enam mata uang utama dunia, berada di 95,964.

Baca Juga: Dibekingi Dolar, Tether Luncurkan Stablecoin USAT

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali memicu kontroversi dengan meremehkan penurunan nilai dolar dan menyebut mata uang tersebut tetap hebat. Komentar tersebut justru dipersepsikan pasar sebagai sinyal negatif, mendorong pelaku pasar untuk melepas dolar secara agresif.

Tekanan juga semakin besar karena investor tengah bersiap menghadapi kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi antara Amerika Serikat dan Jepang.

“Ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap dolar. Selama Trump mempertahankan kebijakan perdagangan, luar negeri Dan ekonomi yang tidak konsisten, pelemahan dolar berpotensi berlanjut,” kata Analis Pasar Senior Capital.com, Kyle Rodda.

Sepanjang tahun ini, dolar telah mencatat penurunan signifikan akibat pendekatan kebijakan perdagangan yang berubah-ubah, kekhawatiran atas independensi bank sentral serta lonjakan belanja publik yang mengguncang kepercayaan investor global.

“Pelemahan dolar bertentangan dengan fundamental ekonomi yang sebenarnya masih kuat. Ekonomi Amerika tetap unggul dan seharusnya tercermin pada nilai tukar dolar,” ujar Rodda.

“Namun perilaku kebijakan membuat hal itu tidak terjadi," tambahnya.

Baca Juga: Rupiah Tetap Tertekan Meski Dolar Turun, Indef Baca Karena Ini

Perhatian investor kini tertuju pada keputusan kebijakan moneter bank sentral yang dijadwalkan diumumkan hari ini. Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, dengan jeda kebijakan yang dipandang pasar akan berlanjut setidaknya hingga pertemuan terakhir dari Jerome Powell.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kurzawa Ikut Pemanasan, Debut Nunggu Waktu
• 33 menit lalumedcom.id
thumb
Rayakan HUT ke-35, McDonald’s Indonesia Memperkuat Nuansa Lokal
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Kim Jong Un Akan Tingkatkan Kemampuan Nuklir Korea Utara
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Zelenskyy Siap Bertemu Putin Bahas Teritorial dan PLTN Zaporizhzhya, Ukraina Dukung Usulan Perdamaian AS
• 4 jam lalupantau.com
thumb
IHSG Sempat Kena Trading Halt, Rupiah Malah Ditutup Menguat ke Rp16.722 per USD
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.