Sesar Opak dan Ingatan pada Bahaya Gempa di Yogyakarta

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Patahan tektonik yang membentang di kedalaman bumi DI Yogyakarta kembali bergerak. Patahan yang dikenal dengan nama Sesar Opak itu mengingatkan kembali tentang potensi bahaya gempa bumi yang mengintai. Kesiapsiagaan semua pihak seolah diketuk lagi.

Kota Yogyakarta yang sedang diguyur gerimis, Selasa (27/1/2026) siang, mendadak terguncang. Guncangan yang dimaksud bukan kiasan, melainkan nyata yang membuat bangunan bergoyang.

Di kawasan Kotabaru, pusat Kota Yogyakarta, sejumlah pengunjung kedai kopi dan perkantoran tampak keluar bangunan. “Gempa,” ujar seorang pekerja kantoran di Jalan Suroto.

Tak lama kemudian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis keterangan bahwa gempa pada pukul 13.15 WIB itu berkekuatan Magnitudo 4,5. Lokasi episenter gempa berada di darat pada jarak 16 kilometer arah timur Kabupaten Bantul, DIY, dengan kedalaman pusat gempanya (hiposenter) berjarak 11 kilometer.

Meski tak berlangsung lama, hanya kisaran 2-3 detik, getaran itu terasa cukup kuat sekaligus mengejutkan. Apalagi, pada pagi harinya, DIY juga merasakan getaran akibat gempa M 5,7 yang berpusat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Gempa yang terjadi pada pukul 08.20 WIB itu dipicu aktivitas deformasi batuan dalam lempeng.

Bukan hanya di Kota Yogyakarta, gempa M 4,5 itu juga dirasakan di seluruh kabupaten lainnya di DIY, yakni Bantul, Gunungkidul, Sleman, dan Kulon Progo. Sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berdekatan dengan DIY pun turut mengalami guncangan gempa tersebut.

Baca JugaSesar Opak Bergerak, DIY Diguncang Gempa M 4,5

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, hingga Rabu (28/1/2026) pagi, terdapat dua rumah rusak ringan akibat kejadian itu, masing-masing di Kecamatan Pundong dan Sanden. Tidak ada korban luka maupun jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, pihaknya rutin melakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana gempa bumi kepada masyarakat. Bantul juga telah membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di setiap kelurahan/desa.

Dampak lebih banyak terjadi di Kabupaten Gunungkidul, tetangga di sebelah timur Bantul. Sebanyak tujuh rumah, dua balai dusun, dan satu rumah ibadah tercatat mengalami kerusakan. Bangunan-bangunan yang terdampak itu tersebar di Kecamatan Gedangsari dan Nglipar.

Namun, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono, saat dikonfirmasi pada Rabu pagi, mengatakan, semua kerusakan berkategori ringan berupa genteng yang jatuh. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Seluruh kerusakan pun dapat diperbaiki secara mandiri oleh warga.

Gempa di Bantul dipicu Sesar Opak, sedangkan gempa di Pacitan dipicu aktivitas subduksi lempeng.

Di Kabupaten Sleman, guncangan gempa membuat sebuah atap teras rumah di Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, roboh. Runtuhan atap itu pun menimpa dua penghuni rumah, yakni Paiyem (50) dan Yuli (40).

Paiyem dilaporkan sempat pingsan akibat kepalanya terkena benturan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, saat ini kondisi Paiyem sudah sadar dan pulih kembali.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman BMKG Ardhianto Septiadhi mengungkapkan, gempa M 4,5 ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak. Gempa itu kemudian diikuti gempa-gempa susulan kecil. Hingga Selasa pukul 14.45 WIB, BMKG mencatat terjadi 23 gempa susulan dengan magnitudo maksimal 2,0.

Dia pun menjelaskan, sumber gempa M 4,5 yang berpusat di Bantul itu berbeda dengan gempa M 5,7 yang berpusat di Pacitan pada Selasa pagi. Gempa di Bantul dipicu Sesar Opak, sedangkan gempa di Pacitan dipicu aktivitas subduksi lempeng.

Baca JugaGempa M 5,7 di Pacitan Terasa hingga DIY, Rusak Bangunan Sekolah dan Pemerintahan

Sesar Opak sebagian jalurnya mengikuti Kali Opak yang melintasi wilayah Bantul dan Sleman di DIY. Panjang jalur patahan itu sekitar 45 km. Sesar ini pernah memicu gempa besar pada 27 Mei 2006 yang menewaskan 6.000 jiwa dan merusak ratusan ribu bangunan.

Ardhianto memaparkan, wilayah Indonesia memang memiliki banyak sumber gempa, termasuk Sesar Opak ini. Masyarakat pun diimbau tak panik dengan peristiwa gempa, tetapi tetap melakukan mitigasi untuk mengantisipasi dampak gempa bumi.

Upaya mitigasi penting karena gempa bumi belum bisa diprediksi. “Sekali lagi, sampai saat ini, belum ada teknologi mana pun yang bisa memprediksi,” ucapnya.

Sementara itu, pakar teknik geologi sekaligus peneliti gempa Universitas Gadjah Mada (UGM) Gayatri Indah Marliyani mengungkapkan, secara teoritis, gempa yang terjadi di Pacitan mungkin saja memicu pergerakan Sesar Opak. Namun, bisa jadi pula gempa di Bantul itu muncul karena memang sudah waktunya Sesar Opak bergerak.

Sesar Opak merupakan patahan yang terus aktif bergerak.

“Jadi tidak bisa dipastikan apakah ada hubungan sebab-akibat atau tidak. Tapi, kedua sumber gempa itu merupakan dua sistem yang berbeda,” katanya.

Lebih jauh, dia menjelaskan, Sesar Opak merupakan patahan yang terus aktif bergerak. Dalam setahun, bisa terjadi ratusan gempa skala kecil yang tidak terasa oleh manusia.

Meski begitu, Gayatri mengatakan, pergerakan Sesar Opak bukan termasuk yang cepat seperti Sesar Sumatera. “Pergerakannya termasuk kelas yang lambat,” ucapnya.

Akan tetapi, Gayatri mengingatkan, dari perhitungan estimasi, Sesar Opak bisa membangkitkan gempa hingga maksimal M 6,5-M 6,6 atau lebih besar ketimbang magnitudo saat gempa 2006. Hal itu dapat terjadi kalau semua bidang Sesar Opak bergerak dalam waktu bersamaan.

Karena itu, dia pun mengajak semua pihak untuk memaknai gempa yang terjadi sebagai pengingat akan kenyataan bahwa kita hidup di zona yang rawan bencana gempa bumi. Hal ini diharapkan menjadi “alarm” untuk meningkatkan kembali kewaspadaan dan upaya-upaya mitigasi bencana di tengah masyarakat.

Baca JugaPulau Jawa Berisiko Tinggi Terlanda Gempa Berskala Besar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ikan Sapu-Sapu Vs Ikan Kembung, Mana Lebih Tinggi Nutrisi?
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Festival Danau Sentani XV Akan Digelar Agustus 2026
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Selidiki Pemukulan Pemotor Usai Tak Terima Ditegur Berkendara sambil Merokok
• 1 jam laludisway.id
thumb
Sindikat Love Scamming di Kemayoran Jakbar Dibongkar Imigrasi, 5 WNA Diciduk
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Pernah Terjebak, Gisella Anastasia Bagikan Tips Lepas Dari Love Bombing
• 58 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.