Mohammed bin Salman Putra Mahkota Saudi melarang wilayah udara dan teritorialnya digunakan untuk aksi militer terhadap Iran. Ia menegaskan, Arab Saudi menghormati kedaulatan negara tetangganya tersebut.
“Tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udaranya atau wilayah teritorialnya digunakan dalam aksi militer apa pun terhadap Iran oleh pihak mana pun, terlepas dari tujuannya,” katanya dilansir dari Antara, Rabu (28/1/2026).
Arab Saudi menekankan pentingnya penyelesaian masalah dengan pendekatan dialog di Iran. Pendekatan ini dianggap penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan Iran.
Sementara itu, Masoud Pezeshkian Presiden Iran juga mengungkap penghargaan terhadap negara-negara Islam yang mendukungnya, di tengah ancaman serangan Amerika Serikat terhadap Teheran.
“Kebijakan berprinsip pemerintah Republik Islam Iran didasarkan pada pelestarian persatuan dan kohesi etnis dan sekte serta penguatan solidaritas nasional. Saya sepenuh hati percaya bahwa umat Islam dan negara-negara Islam adalah saudara, dan saya sangat yakin bahwa bersama-sama dan melalui kerja sama, kita dapat membangun kawasan yang aman, maju, dan berkembang bagi rakyat,” ungkap Pezeshkian.
Di sisi lain Pezeshkian menuduh Amerika Serikat justru memperkeruh kerusuhan di wilayahnya, dengan mengirim kapal perang ke wilayah Timur Tengah.
“Kami sedang berdialog dengan Amerika ketika, di hadapan seluruh dunia, mereka melancarkan serangan militer terhadap kami. Dalam interaksi dengan negara-negara Eropa, kami mencapai kesepakatan dan konsensus, tetapi Amerika-lah yang melanggarnya dan tidak mendukungnya,” katanya.
Sebelumnya Donald Trump Presiden Amerika Serikat mengungkap tengah memantau Iran dan mengerahkan sebuah armada perang Amerika tengah menuju Timur Tengah.
Tidak hanya kapal perang, Trump juga menyatakan sistem pertahanan udara juga sedang dikerahkan di sekitar pangkalan udara AS dan Israel. (ant/lea/saf/ipg)




