Pengamat Politik Beri Pujian, NasDem Torehkan Sejarah di Era RMS

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR — Pengamat politik Sulawesi Selatan, Ras MD, menilai Partai NasDem mencapai masa kejayaan tertingginya di Sulawesi Selatan pada era kepemimpinan Rusdi Masse (RMS).

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia tersebut, keputusan RMS meninggalkan NasDem dan dikabarkan bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan dinamika politik yang lazim terjadi, meski tetap menjadi peristiwa besar dalam peta politik Sulsel.

“Dalam politik, soal pindah partai itu hanya soal waktu. Ini bukan hal aneh. Tapi yang menarik, RMS keluar justru saat NasDem berada di puncak kejayaannya,” ujar Ras MD.

Ras MD mengulas perjalanan RMS sejak bergabung dengan NasDem pada 2016. Saat itu, NasDem Sulsel masih menjadi kekuatan menengah. Namun secara perlahan, RMS membangun struktur partai dengan merekrut kader-kader potensial di berbagai daerah.

Hasilnya terlihat signifikan. Pada Pemilu 2019, NasDem mencatat kenaikan kursi, bahkan mulai menggeser dominasi partai-partai lama.

Puncaknya terjadi pada Pemilu 2024, ketika NasDem Sulsel mencetak rekor dengan meraih 17 kursi DPRD provinsi, mengalahkan Golkar yang selama puluhan tahun dikenal sebagai basis kultural politik Sulawesi Selatan.

“Ini pencapaian luar biasa. NasDem berhasil menyalip Golkar. Itu tidak bisa dilepaskan dari kerja-kerja politik RMS yang terukur dan konsisten,” tegasnya.

Terkait kepindahan RMS ke PSI, Ras MD menilai ada faktor emosional dan tantangan baru yang menjadi pertimbangan.

“Pasti ada sesuatu yang melatarbelakangi keputusan itu. Bisa faktor kenyamanan, bisa juga harapan baru yang ingin diperjuangkan RMS,” katanya.

Namun, Ras MD mengingatkan bahwa keberhasilan RMS di NasDem tidak serta-merta bisa direplikasi di PSI. Secara nasional, PSI dinilai masih menghadapi tantangan berat, terutama karena belum pernah menembus ambang batas parlemen.

Dalam dua kali pemilu, PSI gagal lolos ke Senayan. Pada Pemilu 2019, PSI hanya meraih sekitar 1,8 persen suara nasional. Angka itu naik menjadi 2,8 persen pada Pemilu 2024, meski saat itu mendapat dukungan kuat dari Presiden Joko Widodo.

“Secara nasional, saya melihat era PSI sudah lewat. Ikon PSI itu Jokowi. Ketika kekuatan simbolik itu tidak lagi maksimal, tantangannya jauh lebih besar,” ujar Ras MD saat menjadi narasumber podcast Harian Fajar, Senin (27/1/2026).

Meski begitu, ia tidak menutup kemungkinan kehadiran RMS akan memberi dampak elektoral bagi PSI di Sulawesi Selatan. Dampak itu, menurutnya, akan signifikan jika sebagian gerbong RMS di NasDem ikut bergeser ke PSI.

“Tidak perlu separuh. Seperempat saja dari gerbong NasDem ikut RMS, PSI bisa punya peluang meraih kursi DPRD provinsi pada pemilu mendatang,” jelasnya.

Namun Ras MD menilai, untuk menjadikan PSI sebagai partai papan atas masih menjadi pekerjaan berat. “Potensinya ada, tapi jalannya panjang dan tidak mudah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keputusan RMS patut diapresiasi sebagai pilihan politik personal. Namun secara objektif, ia menilai NasDem Sulsel telah menorehkan sejarah emas justru ketika dipimpin oleh RMS.

“Yang jelas, NasDem mencapai kejayaan di era RMS. Itu fakta politik yang tidak bisa dihapus,” pungkasnya. (Irm)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Maarten Paes Gabung Ajax, Sepakati Kontrak 3,5 Musim
• 8 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kriminal kemarin, pedagang es dianiaya hingga Rocky Gerung diperiksa
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
IHSG Dibuka Anjlok 6,8% Hari Ini
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mantan Pelatih Timnas Futsal Indonesia Berjaya Bawa Jepang Gasak Australia 6-2 di Piala Asia 2026
• 42 menit lalutvonenews.com
thumb
Siswa Sespimti Polri ke Lokasi Longsor Cisarua, Berikan Bantuan ke Para Korban
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.