BEKASI, KOMPAS.com – Proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi selatan Stasiun Bekasi, tepatnya di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Marga Jaya, Bekasi Selatan, akhirnya bisa terlaksana setelah sempat terkendala perizinan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan, hambatan perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini telah diselesaikan.
“Jadi kemarin itu terkendala perizinan dari Kemenhub dan KAI, sehingga sempat berhenti. Tapi dari akhir tahun kemarin izin resminya sudah keluar dan sudah deal,” ujar Idi saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Warga Kampung Bilik Sebut Rencana Relokasi ke Rusun Belum Ada Kejelasan
Idi menyebutkan, pembangunan JPO tersebut diperkirakan akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan ke depan.
Saat ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terkait rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
Ia menjelaskan, JPO tersebut nantinya akan langsung terhubung dengan Stasiun Bekasi dan diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
“Di Jalan Juanda itu kan kemacetannya luar biasa, banyak penyeberangan. Nanti kalau ada JPO, kami ingin langsung terkoneksi masuk ke stasiun dari atas,” jelas Idi.
Dengan hadirnya JPO tersebut, Idi berharap tidak ada lagi penumpang KRL yang menyeberang langsung di badan jalan, yang selama ini kerap memicu kemacetan.
“Ke depan tidak ada lagi penyeberangan di bawah. Median jalan nanti akan diberi pot supaya tidak bisa dilintasi. Semua penyeberangan lewat atas,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan JPO juga membuka peluang penataan ulang akses pintu selatan Stasiun Bekasi, termasuk opsi penutupan penyeberangan yang sebelumnya sempat direncanakan pada November 2025.
Baca juga: Konblok Trotoar di Jalan Pondok Indah Dibongkar Tanpa Izin
“Dulu Dishub sempat merencanakan pintu selatan ditutup. Tapi kan kasihan kalau belum ada JPO. Nah, kalau JPO sudah jadi, pintu selatan itu bisa saja ditutup, karena penyeberang langsung masuk ke stasiun dari atas,” kata Idi.
Terkait fungsi JPO, Idi menyebutkan jembatan tersebut direncanakan lebih difokuskan sebagai akses masuk ke stasiun. Namun, kajian lanjutan masih akan dilakukan bersama Dishub Kota Bekasi.
“Kami rencanakan JPO ini khusus masuk. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan Dishub, apakah masih perlu penyeberangan biasa atau tidak,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, mengatakan pihaknya masih akan melakukan kajian ulang terkait rencana penutupan akses sisi selatan Stasiun Bekasi.
“Nanti keputusan apakah sisi selatan itu dilakukan manajemen rekayasa lalu lintas atau tidak, tentu didahului dengan kajian lalu lintas,” kata Zeno.





