Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia merespons soal Adies Kadir yang ditunjuk DPR menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Adies sebelumnya merupakan kader Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR.
Adies akan menggantikan Arief Hidayat yang masuk masa pensiun pada Februari 2026.
Bahlil menjelaskan, Adies merupakan salah satu kader terbaik Golkar.
"Jadi, kami hari ini mewakafkan salah satu kader terbaik, kader Golkar yang dulunya pimpinan DPR namanya Pak Adies Kadir. Kami mewakafkan ke negara untuk menjadi hakim MK," kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/1).
Menteri ESDM ini menekankan, sebelum diputuskan jadi hakim MK, Adies sudah mengundurkan diri dari Golkar. Ia menyebut, hakim MK harus independen.
"Proses beliau menjadi hakim MK sebelum diputuskan sudah melakukan pengunduran diri dari kepengurusan dan keanggotaan. Karena hakim itu harus independen," kata Bahlil.
"Karena Golkar gudang para kader, jadi kami wakafkan kader terbaik," tutur Bahlil.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, menyebutkan dipilihnya Adies Kadir sudah dilakukan dengan pembahasan di komisi terkait. Ada alasan mengapa Adies yang dipilih.
“Pak Adies Profesor Hukum, Doktor Hukum, dan memang menjalani apa di bidang akademiknya itu memang di hukum dan di DPR juga di Komisi III,” ujar Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
“Jadi pimpinan dari mulai masuk sudah menjadi anggota Komisi III dan pimpinan Komisi III. Dari sisi pengalaman, track record akademik, saya yakin Pak Adies sangat memadai untuk menjadi Hakim Konstitusi,” imbuh politikus NasDem ini.





