Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pembentukan dan pelantikan delapan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah, termasuk pembangunan pembangkit listrik nasional.
Hal tersebut disampaikan Prasetyo jelang pelantikan anggota DEN oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Menurut Prasetyo, secara teknis sejumlah program menuju swasembada energi sebenarnya telah diinisiasi oleh kementerian dan lembaga terkait. Namun, keberadaan DEN diharapkan mampu mempercepat proses persiapan dan koordinasi lintas sektor untuk mengejar program-program prioritas di bidang energi.
“Secara teknis sebetulnya kan juga beberapa program dalam rangka mencapai swasembada energi juga sudah diinisiasi oleh kementerian-kementerian terkait. Harapannya dengan dilantiknya Dewan Energi Nasional hari ini semakin bisa mempercepat proses-proses persiapan untuk kita mengejar beberapa program-program prioritas,” ujar Prasetyo.
Lebih lanjut, Prasetyo mengakui tantangan di sektor energi tidaklah sederhana. Pemerintah, kata dia, harus menghadapi berbagai persoalan mulai dari peningkatan lifting minyak, pengembangan energi baru dan terbarukan, hingga peralihan ke sumber energi alternatif.
“Karena memang dalam hal energi ini terus terang saja tidak mudah bagaimana kita meningkatkan lifting minyak, bagaimana kita memikirkan energi baru terbarukan, bagaimana kemudian kita juga berpikir untuk beralih ke sumber-sumber energi yang lain,” jelasnya.
Dengan dilantiknya DEN periode 2026–2030, Prasetyo berharap perumusan kebijakan dan koordinasi lintas sektor di bidang energi dapat berjalan lebih efektif dan cepat, sehingga target swasembada energi nasional dapat segera diwujudkan.
Prasetyo mencontohkan potensi energi surya sebagai salah satu sumber energi alternatif yang perlu dioptimalkan, mengingat posisi geografis Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa.
“Misalnya sumber energi solar yang kita miliki, karena kita dikaruniai hidup di daerah khatulistiwa,” tandas Prasetyo.





