Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa partainya telah mewakafkan salah satu kadernya, Adies Kadir, untuk mengabdi sebagai hakim Mahkamah Konstitusi.
"Kami hari ini mewakafkan salah satu kader terbaik partai Golkar yang dulunya adalah pimpinan DPR, namanya Pak Adies Kadir. Mewakafkan ke negara untuk menjadi hakim Mahkamah Konstitusi," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1).
Ia menegaskan proses pengunduran diri Adies Kadir dari partai telah dilakukan sebelum ditetapkan sebagai hakim MK demi menjaga independensi lembaga peradilan.
"Proses beliau menjadi hakim Mahkamah Konstitusi sebelum diputuskan itu sudah melakukan pengunduran diri, baik dari kepengurusan maupun keanggotaan. Karena hakim itu kan harus independen," kata Bahlil.
Bahlil juga menyinggung karakter Partai Golkar sebagai partai yang terbuka dan inklusif.
"Gini, eh partai Golkar itu kan partai yang inklusif. Partai Golkar itu milik semua rakyat dan karena itu setiap kader mempunyai hak yang sama," ujarnya.
Ia menilai isu kesetaraan gender dan emansipasi sudah lama menjadi pembahasan penting dalam politik nasional.
Dalam konteks itu, Bahlil menegaskan komitmen Golkar menempatkan Sari Yuliati menggantikan Adies Kadir.
"Bagi Golkar itu sesuatu yang baik dan kita tidak tanggung-tanggung menempatkan bukan lagi pimpinan komisi, langsung pimpinan DPR, ya," tandas dia.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4788743/original/051969200_1711719823-0_063_1953517615_-_Copy.jpg)