BEKASI, KOMPAS.com – Kerusakan parah Jalan HM Joyo Martono di Bulak Kapal, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, memicu keluhan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Risiko tersebut meningkat saat hujan turun karena genangan air menutupi lubang di badan jalan sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Pantauan Kompas.com, Jalan HM Joyo Martono merupakan jalur padat lalu lintas yang kerap dilintasi kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan besar lainnya. Tingginya volume kendaraan berat disebut turut mempercepat kerusakan jalan di kawasan tersebut.
Baca juga: Jalan HM Joyo Martono Bekasi Rusak Parah, Warga: Kerap Makan Korban
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan sementara di lokasi dengan perbaikan menggunakan aspal hitam.
“Sedang kami tangani. Tahun ini ada pekerjaan saluran juga,” ujar Idi saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (28/1/2026).
Terkait keluhan warga yang menilai perbaikan jalan selama ini hanya bersifat situasional atau sementara, Idi menjelaskan kawasan tersebut ke depan akan masuk dalam proyek pembangunan infrastruktur berskala besar.
“Sebentar lagi akan dibangun flyover dan ada trase Becakayu di situ,” kata Idi.
Sebelumnya, Idi juga menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan cuaca ekstrem berdampak signifikan terhadap kondisi infrastruktur jalan, khususnya lapisan aspal.
“Karena intensitas hujan luar biasa, tentunya kondisi aspal tidak terlalu kuat menahan. Ada beberapa ruas jalan yang memang rusaknya cukup parah,” ujarnya.
Idi menjelaskan, perbaikan jalan di Kota Bekasi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan tingkat kerusakan serta tahapan administrasi yang sedang berjalan.
“Di tahap awal, sekitar 35-an titik sudah mulai berproses. Nanti terus bertahap kita lakukan,” katanya.
Baca juga: Warga Keluhkan Jalan HM Joyo Martono Bekasi Tetap Rusak meski Sudah Diperbaiki
Ia mengungkapkan proses pelelangan proyek perbaikan jalan sebenarnya telah dimulai sejak Desember 2025. Saat ini, sejumlah paket pekerjaan telah memasuki tahap penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK).
“Di bulan Desember sudah dilakukan pelelangan. Minggu ini sudah ada SPK dan besok sudah mulai turun ke lapangan untuk perbaikan,” ujar Idi.
Menurut Idi, percepatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan pekerjaan sejak awal tahun dilakukan sesuai arahan Wali Kota Bekasi.
“Intinya, di awal tahun ini sesuai arahan Pak Wali Kota. Bahkan Desember kemarin kita sudah mulai pelelangan. Mudah-mudahan Januari–Februari ini pekerjaan di lapangan sudah berjalan bertahap,” katanya.
Terkait metode penanganan, Idi menjelaskan perbaikan jalan disesuaikan dengan tingkat kerusakan di lapangan. Untuk kerusakan ringan atau minor, penanganan dapat dilakukan langsung oleh Unit Reaksi Cepat (URC).
“Untuk kerusakan minor atau kecil bisa langsung ditangani oleh Unit Reaksi Cepat (URC). Baik jalan nasional, provinsi, maupun jalan kota masing-masing sudah punya URC,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kerusakan kategori sedang hingga berat, perbaikan harus dilakukan melalui mekanisme kegiatan fisik yang diawali dengan proses lelang.
“Kalau kerusakan sedang dan berat, itu pasti harus lewat kegiatan dan lelang. Untuk Pemerintah Kota Bekasi, proses pelelangan itu sudah kita lakukan sejak Desember dan Januari ini sudah mulai berjalan,” kata Idi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



