JAKARTA, DISWAY.ID – Alga Merah, spesies yang melimpah di perairan nusantara, kini diproyeksikan menjadi bahan baku utama pembuatan plastik ramah lingkungan atau biodegradable.
Potensi besar ini mencuat dalam ajang Ocean Impact Summit (OIS) pertama yang baru saja digelar.
Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia memiliki strain alga merah berkualitas tinggi yang mampu diolah menjadi material pengganti plastik konvensional yang selama ini sulit terurai.
Pemanfaatan alga merah ini bukan sekadar wacana hijau di atas kertas. Melalui kemitraan strategis dengan organisasi global seperti WWF dan OceanX, pemerintah mulai memetakan potensi keanekaragaman hayati laut sebagai pilar ekonomi baru.
BACA JUGA:BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Pemicu Cuaca Tidak Stabil, Tegaskan untuk Mitigasi Bencana
BACA JUGA:Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Cisarua, Tim SAR Pakai Drone Petakan Titik Kritis
"Ini adalah bagian dari industri masa depan kita. Alga merah Indonesia punya potensi besar untuk menjadi bahan biodegradable. Kita punya sumber dayanya, kita punya strain-nya," ucap Hendra Yusran Siry selaku Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu 28 Januari 2026.
Langkah ini dinilai sangat mendesak. Indonesia tidak ingin hanya menjadi penonton atau sekadar pemasok bahan mentah.
Dalam forum OIS, ditegaskan bahwa posisi Indonesia harus setara sebagai mitra strategis bagi investor global yang ingin melirik potensi "emas hijau" dari laut ini.
BACA JUGA:IHSG Anjlok 8%, Airlangga Buka Opsi Evaluasi BEI
BACA JUGA:Airlangga Bantah IHSG Anjlok Akibat Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Selama ini, plastik berbasis minyak bumi menjadi penyumbang polusi terbesar di samudra. Dengan adanya inovasi alga merah, Indonesia berpeluang memimpin pasar dunia dalam penyediaan solusi kemasan organik.
"Apakah ini masih jauh bagi Indonesia? Saya kira tidak. Ini harus segera dilakukan," tegasnya.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, alga merah bukan hanya akan menyelamatkan ekosistem laut dari jeratan sampah, tetapi juga mengangkat posisi tawar ekonomi biru Indonesia di kancah internasional.
Saat ini, fokus pemerintah adalah menggandeng investor yang memiliki visi serupa: membangun industri tanpa merusak alam.





