-
-
-
-
-
Belum lama ini, Yaowaret Prawat alias Yaya menanggapi pertanyaan warganet terkait panggilan 'Papa' dari Kamari ke Justin Hubner, kekasih Jennifer Coppen. Melalui siaran langsung di akun media sosial miliknya, Yaya mengaku tak masalah dengan panggilan tersebut.
Menurut wanita asal Thailand tersebut, Kamari memanggil Justin Hubner dengan sebutan 'Papa' sebagai bentuk hormat. Yaya menilai, cucunya bisa memanggil Justin dengan sebutan 'Papa' lantaran atlet sepak bola itu cukup baik kepadanya.
"Kamari bisa memanggil Justin 'Papa'. Itu normal. Kalau dia merasa baik, kalau dia merasa dicintai, kalau dia dihargai, dan kalau dia merasa Justin papanya buat dia, dia bisa (memanggilnya Papa)," kata Yaya, saat melakukan siaran langsung.
Walaupun Kamari memanggil Justin dengan sebutan 'Papa' namun, tidak aka nada yang bisa menggantikan Dali Wassink sebagai papa kandung bocah berusia 2 tahun tersebut.
"Yaya juga punya Papa di Bangkok karena aku menghargai dia. Tapi Yaya punya satu ayah. Ayahku cuma satu yang membuat ibuku hamil. Jadi kamu sekarang mengerti? Nggak ada yang namanya ayah baru. Meskipun Jennifer menikah dengan Justin, Justin bukan ayah dari Kamari. Ini realitanya," pungkasnya.
Rupanya pernyataan Yaya itu seolah ditanggapi oleh Jennifer Coppen. Melalui akun TikTok miliknya, artis berusia 24 tahun itu membagikan video Justin Hubner sedang mengasuh Kamari dan seolah menegaskan akan memiliki keluarga baru. Bukan hanya itu, Jennifer juga berharap orang-orang berhenti membicarakan hidupnya dan Kamari bersama Justin Hubner.
"Kenyataannya adalah, suka atau tidak, Justin adalah dan akan menjadi ayah tiri Kamari di masa depan, dan orangtuanya juga adalah nenek dan kakek Kamari," tulis Jennifer Coppen.
Jennifer juga seolah menegaskan bahwa tidak mudah bagi seorang laki-laki untuk menerimanya dan Kamari. Diperlukan komitmen dan hati yang tulus untuk bisa melakukannya dan Jennifer seolah melihat itu dari Justin.
"Dibutuhkan pria yang kuat untuk menerima anak orang lain dan bertanggung jawab atasnya. Mereka telah memilih untuk mencintai anak orang lain seperti anak mereka sendiri. Mereka benar-benar telah membuat komitmen sepenuh hati dan tulus, bukan darah atau daging, tetapi hati yang membuat mereka menjadi ayah yang istimewa," tandasnya. (ND)




