Nasib Babinsa yang Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Spons, TNI Beri Sanksi Disiplin

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kodim 0501/JP memberikan sanksi disiplin terhadap Babinsa, Serda Heri yang sempat mengamankan dan menuduh penjual es gabus, Sudrajat, menggunakan bahan baku berbahaya, spons.

“Memberikan hukuman disiplin kepada Serda Heri Babinsa Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” kata Dandim 0501/JP, Kolonel Inf Ahmad Alam Budiman, dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Selain itu, Ahmad menyebutkan, dalam hal ini dirinya juga akan melakukan evaluasi internal dan memberikan Jam Komandan kepada seluruh anggota Kodim 0501/Jakarta Pusat.

Pedagang es gabus (kanan) dituduh jual makanan mengandung spons
Sumber :
  • TikTok @Balewartawanjakpus10

Kemudian, pihak Kodim 0501/JP dan Polres Metro Jakarta Pusat telah menemui Sudrajat, di rumahnya yang terletak, di wilayah Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga,” terang Ahmad.

“Bahwa dengan setelah dilakukannya uji laboratorium forensik, Polri menyatakan es hunkue tersebut adalah asli berbahan makanan dan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Sudrajat, pedagang es gabus membeberkan kronologi peristiwa yang dialaminya, mulai dari tudingan es beracun hingga dugaan pemukulan dan pengurungan selama berjam-jam.

Peristiwa itu bermula ketika Sudrajat tengah berjualan seperti biasa. Ia mengaku dituduh menjual es gabus berbahan spons setelah seorang anak menyampaikan laporan kepada orang dewasa di lokasi.

“Anaknya yang bilang. Pak ini es racun pak. Panggil tuh tukang es kue itu. Lalu mata-mata dia suruh beli. Disuruh bawa,” ujar Sudrajat dikutip wartawan, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menyebut, seseorang membeli lima es kue darinya, namun satu di antaranya tidak dibayar. Tak lama kemudian, situasi berubah mencekam. Sudrajat mengaku dikepung dan mengalami kekerasan fisik.

“Beli lima yang bohong satu, lama-lama saya dikepung, ditonjok,” katanya.

Saat ditanya siapa yang memukulnya, Sudrajat menyebut keterlibatan aparat.

“Polisi sama tentaranya juga,” katanya.

Sudrajat kemudian dibawa dari lokasi kejadian ke Markas Polsek Kemayoran. Menurut pengakuannya, proses pemukulan tidak berhenti di jalan. Ia menyebut pemukulan terjadi di sebuah pos.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pratikno Masuk Jajaran Rumor Akan Kena Reshuffle, Upaya Prabowo Singkirkan Orang Jokowi?
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Menlu Sugiono Serahkan Penegakan Hukum Terkait WNI Terlibat Scam Kamboja ke Aparat
• 11 jam laludisway.id
thumb
Ada Masalah Rel, KRL Greenline Alami Gangguan Pagi Ini
• 9 jam laludetik.com
thumb
Siapa Alex Pretti, Perawat ICU yang Ditembak Mati Petugas Imigrasi AS?
• 8 jam laludetik.com
thumb
Presiden Pimpin Rapat di Hambalang, Fokus Bahas Kerja Sama Pendidikan dengan Inggris
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.