Operasi Plastik di Korea Selatan memang dianggap sebagai hal yang biasa dan sudah akrab dengan kehidupan masyarakat Korea Selatan sehari-hari.
Di Korea Selatan banyak ditemui iklan-iklan dari klinik beda plastik mulai dari stasiun kereta bawa tanah, di bus hingga sepanjang jalan.
Bagi para orangtua di Korea Selatan, operasi plastik dapat dijadikan sebagai hadiah untuk anak saat mereka menyelesaikan ujian ataupun lolos ujian masuk perguruan tinggi nasional.
Bahkan ada juga yang menganggap kalau operasi plastik adalah hal yang wajib dilakukan oleh para remaja.
Mengutip dari laman Koreaexpose.com menyebuykan bahwa Korea Selatan memiliki pasa operasi plastik yang sangat besar.
Dituliskan oleh beberapa media seperti Washington Post dan The New Yorker, sebanyak 20 persen perempuan Korea telah melakukan operasi plastik menurut International Society of Aesthetic Plastic Surgeons.
Menurut New York Times, kehadiran klinik-klinik operasi plastik di Korea Selatan juga mampu mendatangkan seperlima dari turis yang berkunjung ke Korea Selatan.
Menurut layanan pajak di Korea Selatan di tahun 2017, total 1.414 klinik bedah yang terdaftar.
Jumlah tersebut belum termasuk rumah sakit besar, klinik dermatologi dan klinik bedah gigi yang juga menawarkan bedah kosmetik.
Apa yang menyebabkan operasi plastik sangat populer di Korea Selatan?Jika melihat dari segi sejarah, menurut NCBI (National Center for Biotechnology) operasi plastik di Korea terjadi pada tahun 1950-an saat perang Korea berlangsung.
Saat itu Dokter David Ralph Millard yang merupakan dokter bedah Amerika Serikat dikirim ke Korea Selatan dengan tujuan mengkampanyekan orang-orang Amerika adalah orang yang baik seorang penerjemah Korea Selatan yang menikah dengan tentara Amerika, meminta Dokter David untuk mengoperasi kelopak matanya menjadi kelopak mata ganda (double eyelids).
Sejak saat itu operasi kelopak mata menjadi populer karena dianggap terlihat lebih ekspresif dan kebarat-baratan.
Bisa disebutkan bahwa Korea Selatan memiliki standar kecantikan baru.
Meskipun identik dengan selebritas, nyatanya operasi plastik juga dilakukan oleh masyarakat umum.
Mengutip dari laman Uweb disebutkan bahwa di Korea Selatan terdapat motif ekonomi saat seseorang memutuskan melakukan operasi plastik.
Di Negeri Gingseng tersebut, penampilan memang menjadi hal yang utama dan memiliki peran yang besar.
Seseorang yang memiliki penampilan menarik akan lebih mudah diterima dan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.
Disebutkan bahwa banyak perusahaan di Korea Selatan yang menggunakan standar penampilan sebagai syarat.
Bahkan di Korea Selatan seorang politisi yang memiliki mata kecil atau sipit dianggap licik dan kurang disukai dibandingkan yang bermata bulat.
Alasan lain mengapa operasi plastik di Korea Selatan sangat populer, yakni karena Korea Selatan masih banyak yang menerapkan budaya patriarki.
Sehingga menikah dengan pria yang mapan secara finansial menjadi sebuah prioritas bagi wanita. Wanita yang ingin menikah ditekankan untuk dapat memenuhi standar kecantikan sebagai mungkin.
Baca Juga: Kenapa Menonton Drama Korea Bisa Bikin Kecanduan?
Selain dipengaruhi banyak faktor kepopuleran operasi plastik di Korea Selatan tentu tak bisa dilepaskan dari sejarah dan karakter masyarakat.
Menurut konfusianisme, masyarakat Korea sangat konformis, jadi semua orang ingin terlihat sama.
Sementara yang lain ada juga yang berpendapat bahwa Korea ingin terlihat seperti bangsa Barat atau Amerika. (WE Trivia/Sabriena Yully Puspita)



.jpg)
