Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menargetkan merger 3 subholding, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) rampung 1 Februari 2026.
Awalnya, Pertamina berencana menggabungkan 3 subholding di hilir migas menjadi 1 perusahaan yang ditargetkan rampung pada 1 Januari 2026.
"Kita usahakan go live 1 Februari," kata Simon saat ditemui di Istana Kepresidenan, Selasa (28/1).
Setelah digabungkan, ketiga perusahaan tersebut akan melebur menjadi Subholding Downstream. Nantinya, PT Pertamina Patra Niaga akan menjadi induk perusahaan, sebagai bagian dari transformasi pertamina di sektor hilir.
Sebelumnya, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengatakan perusahaan mendukung rencana perampingan BUMN, termasuk Pertamina. Danantara Indonesia juga tengah melakukan rasionalisasi BUMN yang saat ini berjumlah sekitar 1.000 entitas.
“Pertamina mendukung sepenuhnya arahan Danantara tersebut. Langkah ini sangat penting mengingat Pertamina memiliki portofolio perusahaan yang luas dan tersebar di berbagai jenis usaha, sehingga diperlukan penataan ulang,” kata Agung saat Rapat Komisi VI DPR, Rabu, 19 November 2025.
Agung menjelaskan tujuan utama program streamlining atau perampingan adalah agar Pertamina bisa fokus pada bisnis inti di bidang minyak dan gas, pengolahan, distribusi energi, serta energi baru dan terbarukan.
Salah satu program streamlining yang dilakukan Danantara terhadap Pertamina adalah integrasi tiga sektor bisnis yang berperan menyediakan energi untuk masyarakat, yaitu commercial and trading, refinery dan petrochemical (kilang), serta logistik kelautan (marine/perkapalan).




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5486450/original/032581900_1769587300-IMG_9546.jpeg)