Meski Hidup Berakhir Sia-sia, Tetaplah Sibuk dengan Bahagia

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ada seekor rubah yang suatu hari berjalan-jalan tanpa tujuan. Tiba-tiba, di hadapannya muncul sebuah kebun anggur yang sangat besar. Buah-buah anggur bergelantungan lebat, masing-masing tampak ranum dan menggoda, membuat air liurnya menetes.

Kebun anggur itu dikelilingi pagar besi. Rubah mencoba menyelinap masuk melalui celah pagar, tetapi tubuhnya terlalu gemuk untuk bisa melewatinya. Maka rubah pun memutuskan untuk menurunkan berat badan agar tubuhnya menjadi lebih ramping.

Dia menahan lapar di luar kebun selama tiga hari tiga malam. Benar saja, usahanya tidak sia-sia—tubuhnya menjadi lebih kurus, dan akhirnya dia berhasil masuk ke dalam kebun anggur.

Begitu berada di dalam, rubah pun berpesta pora. Anggur-anggur itu benar-benar manis dan harum! 

Dia makan dengan lahap, menikmati setiap suapan.

Entah sudah berapa lama dia makan, hingga akhirnya rasa puas menyelimuti dirinya.

Namun saat dia hendak keluar dari kebun, dia menyadari bahwa tubuhnya kembali gemuk karena terlalu banyak makan. Dia pun tidak bisa lagi melewati celah pagar. Tak ada pilihan lain, rubah itu kembali berpuasa di dalam kebun selama tiga hari tiga malam, sampai tubuhnya kembali ramping seperti semula, barulah dia bisa keluar.

Setelah kembali ke dunia luar, rubah menatap kebun anggur itu dan menghela napas: “Masuk dengan perut kosong, keluar juga dengan perut kosong. Benar-benar sibuk sia-sia.”

Awalnya, saya pun mengira cerita ini ingin mengatakan bahwa manusia datang ke dunia sendirian dan pergi juga sendirian—pada akhirnya bukankah semuanya hanya kesibukan yang sia-sia?

Namun sang pencerita berkata: melihat sebuah masalah harus melihat intinya.

Cerita ini, seperti kehidupan, justru terletak pada bagian tengahnya. Lihatlah—betapa bahagianya rubah itu saat berada di dalam kebun anggur!

“Sekalipun hidup ini pada akhirnya kosong, biarlah kekosongan itu terisi penuh. Meski hidup berakhir sebagai kesibukan yang sia-sia, tetaplah sibuk dengan bahagia.”

Renungan / Hikmah Cerita

“Meski hidup berakhir sia-sia, tetaplah sibuk dengan bahagia”—sebuah pemikiran yang begitu optimistis dan penuh energi positif.

Sejak kecil, kisah rubah dan anggur sering dipahami sebagai simbol kesia-siaan. Namun kita kerap melupakan kebahagiaan dalam prosesnya.

Hidup pun demikian. Banyak orang berjuang tanpa henti demi mimpi dan kesuksesan. Mungkin hanya segelintir yang benar-benar mencapainya. Namun terlepas dari berhasil atau tidak, saat seseorang mengejar mimpinya, hidupnya sedang bercahaya.

Cahaya itulah yang menuliskan kenangan paling berharga dalam perjalanan hidup—kenangan yang membuat hidup terasa penuh, bermakna, dan layak dijalani.(jhn/yn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
NasDem Tegaskan Tak Ada Masalah Internal Usai Tiga Kader Pindah ke PSI
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
7 Fakta Penjual Es Gabus Dianiaya Polisi-Tentara, Nomor 3 Bikin Ngelus Dada
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Pimpinan Semen Tonasa Apresiasi Tim Reaksi Cepat yang ikut Operasi SAR ATR 42-500
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Satgas PKH: Aset 28 Perusahaan yang Dicabut Akan Dikelola Danantara
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
bjb KUR PMI, Fasilitasi Calon Pekerja Migran
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.