BCA (BBCA) Targetkan Kredit Tumbuh 8-10% di RBB 2026, NIM Turun ke 5,4-5,6%

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menatap tahun 2026 dengan optimisme terhadap pertumbuhan kredit, meski diiringi dengan proyeksi penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM).

Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim mengatakan, dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026, perseroan menaikkan panduan pertumbuhan kredit menjadi kisaran 8–10%, setelah realisasi pertumbuhan kredit pada 2025 mencapai 7,7%.

“Berkait dengan RBB 2026, untuk pertumbuhan kredit tahun ini, memperhatikan pertumbuhan 2025 sebesar 7,7%, kami meng-upgrade guidance pertumbuhan kredit menjadi 8–10%,” ujar Vera dalam konferensi pers kinerja sepanjang 2025, dikutip Rabu (28/1/2026). 

Vera menuturkan, BCA semakin positif melihat perkembangan penyaluran kredit ke depan. Perseroan berharap pertumbuhan kredit pada tahun ini dapat bergerak lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya, sejak kuartal I dan berlanjut ke kuartal berikutnya.

Sejalan dengan itu, BCA juga memproyeksikan adanya tekanan pada NIM di tahun ini. Vera menyampaikan, NIM BCA pada 2025 ditutup di level 5,7%, namun diperkirakan akan menurun pada 2026 seiring dampak penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

“Kami perkirakan dengan penurunan bunga BI dari tahun lalu, dampaknya akan terasa di tahun ini. Sehingga guidance NIM kita di kisaran 5,4 sampai dengan 5,6%,” jelasnya.

Baca Juga

  • Syarat Saldo Minimal Gabung Nasabah BCA Prioritas 2026
  • Saham Perbankan Kompak Anjlok, BBCA Dekati Level Psikologis Rp7.000
  • Saham Perbankan BBCA, BRIS, BBYB Kompak Anjlok Efek Panic Selling Sentimen MSCI

Meski demikian, dari sisi kualitas aset, BCA tetap menargetkan tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terjaga. Dalam RBB 2026, NPL diproyeksikan berada di kisaran 1,8% sampai dengan 2%, atau tidak jauh berbeda dengan posisi saat ini.

Kredit BCA Tembus Rp993 Triliun pada 2025

Seiring dengan RBB 2026, BBCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 7,7% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025, seiring komitmen perseroan mendorong pembiayaan ke sektor riil dan konsumsi domestik .

Sepanjang 2025, rata-rata pertumbuhan kredit BCA bahkan mencapai 10,8%, dengan penyaluran tersebar ke berbagai sektor seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga. Kredit usaha menjadi kontributor utama, tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun pada akhir 2025. 

Di sisi pembiayaan konsumer, BCA membukukan outstanding sebesar Rp224,1 triliun. Penyaluran tersebut ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang mencapai Rp142,3 triliun serta kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. 

Sementara itu, pinjaman konsumer lainnya, yang mayoritas berasal dari kartu kredit, tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun

"Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen untuk hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,” kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers kinerja BCA sepanjang 2025, Selasa (27/1/2026).

Dari sisi kualitas kredit, rasio loan at risk (LAR) BCA membaik menjadi 4,8% dibandingkan 5,3% pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terjaga di level 1,7%, dengan pencadangan yang dinilai memadai. 

Selain kredit konvensional, pembiayaan ke sektor berkelanjutan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kredit berkelanjutan tumbuh 11,7% YoY menjadi Rp255 triliun atau setara 25,8% dari total portofolio pembiayaan. 

Pembiayaan energi baru terbarukan tercatat melonjak hingga dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun, sementara kredit kendaraan listrik naik 53% YoY menjadi Rp3,6 triliun. 

Per Desember 2025, total DPK BCA tumbuh 10,2% YoY mencapai Rp1.249 triliun. Total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17% YoY mencapai 42 miliar. Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari.

Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19% YoY. Pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 4,1% YoY, dan pendapatan selain bunga naik 16% YoY. Secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4% YoY. 

Lalu, ratio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9% YoY menjadi Rp57,5 triliun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Ambrol Imbas MSCI, Kemenkeu Ungkap Peluang Investor Lari ke SBN
• 59 menit lalubisnis.com
thumb
Isu Reshuffle Kabinet, Ahmad Ali Yakin Kader PSI Aman
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Menantu Perempuan Bunuh Mertua di Blitar, Ditangkap saat Kabur ke Tulungagung
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Liga Champions 2025/26: 3 Klub Besar Terancam Tersingkir
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Kalimat Diucapkan Orang yang Berusaha Terdengar Cerdas saat Mengobrol Menurut Penelitian
• 9 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.