Sakit Kepala dan Demam? Waspada, Ini Bisa Jadi Tanda Infeksi Virus Nipah!

viva.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Virus Nipah merupakan salah satu penyakit menular yang jarang terjadi, tetapi mendapat perhatian besar dari dunia kesehatan global. Penyebabnya adalah tingkat kematian yang tinggi serta belum tersedianya obat khusus maupun vaksin yang disetujui untuk penggunaan luas. 

Infeksi ini memang lebih banyak ditemukan di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara, namun pemahaman tentang gejala virus Nipah tetap penting agar masyarakat lebih waspada. Scroll untuk info lebih lanjut!

Baca Juga :
Fatalitas Tinggi hingga 75 Persen, Ini Gejala Awal Virus Nipah yang Patut Diwaspadai
Belum Ada Obatnya, Seberapa Mematikan Virus Nipah bagi Manusia?

Pada banyak kasus, gejala awal sering kali tampak seperti penyakit umum sehingga berisiko diabaikan. Padahal, infeksi dapat berkembang cepat menjadi kondisi serius, bahkan mengancam jiwa. 

Karena itu, mengenali tanda-tanda sejak dini sangat krusial, terutama bagi orang yang baru bepergian dari daerah yang pernah melaporkan wabah. Melansir dari The Guardian, Rabu, 28 Januari 2026, berikut gejala virus nipah. 

Gejala Awal Virus Nipah

Ilustrasi anemia, putus asa, pusing
Photo :
  • Pixabay/ Counselling

Pada tahap awal, infeksi virus Nipah dapat menimbulkan keluhan yang mirip dengan flu atau infeksi virus lainnya. Gejala ini biasanya muncul dalam beberapa hari setelah terpapar virus. Tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai antara lain:

- Demam
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Sakit tenggorokan
- Muntah
- Lemas dan tidak bertenaga

Karena gejalanya tidak spesifik, banyak orang mungkin mengira hanya mengalami infeksi ringan. Namun, pada sebagian penderita, kondisi dapat memburuk dengan cepat.

Gejala Berat dan Komplikasi

Virus Nipah dikenal dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan radang otak (ensefalitis). Inilah yang membuat penyakit ini sangat berbahaya. Ketika infeksi berkembang, gejala bisa meliputi:

- Pusing berat
- Mengantuk berlebihan
- Kebingungan atau linglung
- Penurunan kesadaran
- Kejang
- Kesulitan bernapas

Dalam kasus berat, penderita bisa mengalami koma dalam waktu singkat. Gangguan pernapasan juga dapat terjadi, terutama jika pasien mengalami gejala saluran napas. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan ke orang lain melalui kontak dekat.

Sebagian pasien yang selamat dari infeksi berat juga dilaporkan mengalami gangguan saraf jangka panjang, seperti perubahan kepribadian atau kejang berulang.

Bagaimana Seseorang Bisa Tertular?

Infeksi pada manusia bisa terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, atau cairan tubuhnya. Banyak kasus juga dikaitkan dengan konsumsi buah atau produk buah yang terkontaminasi kotoran, urin, atau air liur kelelawar.

Baca Juga :
Virus Mematikan Nipah Guncang India, 1 Perawat dalam Kondisi Kritis
Hati-hati! Thailand Masuk Zona Risiko Tinggi Penularan Virus Nipah
Menkes Sebut Super Flu Sudah Ada Puluhan Tahun: Kalau Badan Sehat, Tak Masalah

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bicara Jujur, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Bandingkan dengan Kualitas Bali United Training Center dengan MLS
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Restrukturisasi Besar: Danantara Targetkan BUMN Asuransi Hanya Tinggal Tiga Perusahaan
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Chelsea dan Raheem Sterling Sepakat Berpisah, Begini Fakta Lengkapnya
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ada Diskon Spesial untuk Game Minecraft
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Pemerintah Perhatikan Nasib Karyawan Hotel Sultan, Segera Siapkan Posko Layanan
• 4 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.