Donald Trump Ultimatum Iran: Perang atau Berunding Soal Nuklir

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) kembali mengeluarkan ultimatum terhadap Iran. Kali ini terkait dengan pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Teheran.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mendesak negara tersebut untuk segera melakukan perundingan terkait program senjata nuklir atau pihaknya terpaksa melakukan serangan ke Iran.

Baca Juga: Dagang ke China, PM Inggris Main Api di Antara Xi Jinping dan Donald Trump

“Semoga Iran segera datang ke meja perundingan dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan seimbang, tanpa senjata nuklir, yang baik bagi semua pihak. Waktu semakin sempit,” ungkap Trump di Truth Social, dilansir Kamis (29/1).

Trump juga menyebut peringatan terbarunya ini akan dilengkapi serangan militer yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan serangan yang terakhir kali dilakukannya ke Iran.

“Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk. Jangan sampai itu terjadi lagi,” ujarnya.

Ia juga kembali menegaskan bahwa sebuah armada angkatan laut negaranya tengah berada dalam wilayah dari Timur Tengah. Armada itu sendiri dipimpin kapal induk dari USS Abraham Lincoln.

Baca Juga: Trump Bilang Telah Kirim Kapal Militer AS ke Iran, 'Kita Lihat Saja Nanti'

Adapun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa ia tidak melakukan kontak dengan Utusan Khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak mengajukan permintaan negosiasi apa pun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Survei KIC: Kebijakan Konsesi Tambang Timbulkan Polarisasi di Internal Ormas
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
SIM Keliling Jakarta 28 Januari 2026 Ada di 5 Lokasi, Ini Biaya dan Syaratnya
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Kasum TNI Targetkan Pembangunan Huntara di Tapanuli Selatan Rampung 14 Februari
• 36 menit lalurctiplus.com
thumb
Guru SD Dipolisikan Usai Tegur Murid, Polisi Selidiki Laporan Orangtua Murid| SAPA PAGI
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pimpinan Militer China Ditangkap, Benarkah karena Rencana Kudeta?
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.