tvOnenews.com - Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah diperkirakan akan dimulai pada 19 Februari 2026, berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama RI.
Artinya, umat Islam kini tinggal menghitung hari untuk menyambut bulan penuh keberkahan tersebut.
Menjelang Ramadhan, berbagai persiapan mulai dilakukan, tak hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga pendidikan agama bagi anak-anak sejak dini.
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan orang tua adalah: sejak usia berapa anak sebaiknya mulai diajari puasa?
Untuk menjawab hal ini, penjelasan Buya Yahya menjadi rujukan penting agar orang tua tidak keliru dalam mendidik, sekaligus tetap mengedepankan kebijaksanaan dan kasih sayang.
- Pexels/Hamza Awan
Usia Tamyiz, Titik Awal Pendidikan Ibadah Anak
Dalam penjelasannya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menerangkan tentang konsep usia tamyiz, yaitu usia sekitar 7 tahun.
Pada usia ini, anak umumnya sudah mampu membedakan yang baik dan buruk, bisa makan dan minum sendiri, serta mulai belajar mandiri dalam keseharian.
Usia tamyiz juga menjadi fase penting dalam pendidikan ibadah. Rasulullah SAW, dalam haditsnya, menganjurkan agar anak mulai diajari shalat sejak usia tersebut.
"Jadi tujuh tahun itu sudah mulai diajari shalat, biar pun shalatnya masih miring sana dan miring sini," ujar Buya Yahya.
- freepik
Tanggung Jawab Orang Tua dalam Mengajarkan Shalat
Buya Yahya menegaskan bahwa meskipun anak usia 7 tahun belum memiliki kewajiban shalat secara syariat, tanggung jawab itu justru berada di pundak orang tua.
Anak perlu dibiasakan, termasuk dibangunkan untuk shalat Subuh, meski sering kali masih mengantuk atau belum sempurna dalam gerakannya.
Menurutnya, orang tua harus bersikap tegas namun tetap bijak. Jika anak sulit bangun Subuh, itu bukan alasan untuk membiarkannya terus tidur.
Pembiasaan sejak dini akan membentuk karakter ibadah anak di masa depan.
"Kalau ada ibunya tidak pernah membangunkan pagi untuk shalat, dosa bagi ibu," ujar Buya Yahya.
Ia menekankan bahwa kesalahan bukan pada anak yang masih belajar, melainkan pada orang tua yang lalai mengajarkan.



