Grid.ID – Menghirup udara bebas setelah tiga bulan menjalani rehabilitasi di Natura Indonesia Ultra Addiction Center, Onadio Leonardo tidak langsung memikirkan urusan pekerjaan. Musisi yang akrab disapa Onad ini menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memperbaiki hubungan dengan keluarga.
Hal pertama yang ingin ia lakukan setelah bebas adalah menemui anak-anaknya dan meminta maaf kepada orang tuanya. Rasa rindu yang mendalam terhadap suasana rumah juga menjadi motivasi terbesar Onad selama menjalani masa pemulihan akibat kasus penyalahgunaan ganja pada Oktober 2025 lalu.
Hal pertama yang ingin dilakukan Onad setelah menginjakkan kaki di luar panti rehabilitasi adalah pulang ke rumah demi menemui buah hatinya. Onad mengaku momen terberat selama tiga bulan terakhir adalah harus berpisah jauh dari anak-anak.
"Nomor satu mau ketemu anak gue dulu, gue pulang ke rumah dulu. Gue kangen anak-anak gue, gue kangen semuanya lah yang ada di rumah," ungkap Onad saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026).
Istri Onad, Beby Prisillia, juga membenarkan bahwa anak-anak mereka sudah tidak sabar menunggu kehadiran sang ayah.
"Happy banget karena anak-anak di rumah juga kangen banget sama dia, papa mamanya dia juga kangen sama dia. Pokoknya hari ini hari terbaik buat aku," ujar Beby.
Selain rindu kepada anak, Onad juga membawa beban penyesalan terhadap kedua orang tuanya. Ia sadar betul bahwa tindakannya terjerat kasus hukum telah melukai hati ayah dan ibunya. Onad berencana untuk segera menghubungi dan menemui mereka guna memohon maaf secara langsung.
"Gue mungkin telepon orang tua gue yang pasti kecewa banget. Gue sadar gue melakukan kesalahan bodoh itu, dan gue harus hadapi konsekuensinya," tutur vokalis Killing Me Inside ini.
Tak hanya kepada keluarga inti, Onad juga merasa perlu meminta maaf kepada tim kerja dan rekan-rekan profesinya yang ikut terkena dampak negatif dari kasusnya.
"Gue mau telepon teman-teman kerja gue juga yang sudah gue rugiin lah ibaratnya," pungkasnya.
Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi Onad untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Ia ingin membuktikan kepada keluarga bahwa masa tiga bulan di panti rehabilitasi telah mengubahnya menjadi sosok yang lebih positif dan "tahu diri".
"Gue minta maaf gue bukan contoh yang baik. Tapi gue jalanin tiga bulan di sini full, gue belajar banyak. Siapa sih nggak pernah kena cobaan? Pasti gue lalui ini dengan lebih bijak lagi lah," pungkasnya.
Kini, Onad memilih untuk membatasi pergaulan dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Baginya, kenyamanan berada di tengah keluarga jauh lebih berharga dibandingkan apa pun yang pernah ia rasakan sebelumnya.
Sebagai informasi, Onad ini sebelumnya diamankan polisi di kediamannya di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Kamis (30/10/2025) malam. Penangkapan ini merupakan pengembangan dari tersangka lain yang ditangkap di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Dalam penggeledahan kala itu, polisi menyita barang bukti berupa sisa ganja dan papir (kertas linting). Pihak kepolisian juga menduga Onad telah mengonsumsi ekstasi sebelum penangkapan dilakukan, karena adanya indikasi barang bukti yang sudah habis terpakai. (*)
Artikel Asli



