JAKARTA, KOMPAS.com - Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menjadi sorotan, khususnya di Tanah Air setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk bergabung di dalamnya.
Ada beragam tanggapan dari para ahli geopolitik dan hubungan internasional, baik dari sisi positif, maupun dari sisi negatifnya.
Dewan Perdamaian yang bertujuan menyelesaikan konflik Gaza itu dipercaya sebagai salah satu solusi dari sekian banyak solusi yang tidak bisa dijalankan hingga saat ini.
Konflik Gaza, atau tepatnya Palestina dan Israel berjalan alot puluhan tahun.
Penyerangan terbesar abad ini adalah yang dilakukan Israel di wilayah Palestina di Gaza yang menewaskan lebih dari 70.000 warga Gaza.
Baca juga: Purbaya soal Iuran Dewan Perdamaian: Saya Pikir Sebagian Besar dari APBN
Serangan yang bermula pada Oktober 2023 tersebut seperti tak berkesudahan, sebelum lahir resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) nomor 2803 sebagai babak baru gencatan senjata antara faksi pejuang Palestina, Hamas dengan Israel di Jalur Gaza.
Namun resolusi PBB ternyata tak bisa menghilangkan secara permanen kebrutalan Israel.
Dalam 24 jam terakhir, dua orang warga sipil Gaza dikabarkan tewas dan sembilan lainnya luka-luka akibat dibredel tentara Israel.
Dilansir dari Antaranews.com, sejak lahirnya resolusi PBB 11 Oktober 2025, jumlah korban tewas mencapai 488 orang.
Dalam resolusi tersebut, Presiden AS Donald Trump hadir, dia mengusulkan 20 langkah untuk rekonstruksi Gaza, salah satunya menginginkan pembangunan kembali untuk kepentingan Gaza.
Baca juga: Kritik Hikmahanto hingga Dino Patti Djalal soal Dewan Perdamaian Trump
Pembentukan BOP
Pada 22 Januari 2026, Donald Trump resmi membuka founding members untuk Board of Peace, di Davos, Swiss.
Salah satu founding members yang ikut menandatangani adalah Indonesia.
Dalam keterangannya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, partisipasi Indonesia dalam Board of Peace adalah kelanjutan perjuangan resolusi PBB.
Dia menyebut, BOP sebagai upaya dan langkah strategis untuk mendukung kemerdekaan Palestina.