FAJAR, TORAJA — Harga kebutuhan pokok termasuk isi tabung LPG gas 3 Kg masih cukup tinggi di Tana Toraja dan Toraja Utara.
Bahkan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) di setiap wilayah zonasi.
Di Kota Makale, Tana Toraja, yang masuk wilayah 1 harusnya HET hanya Rp20.500, dibulatkan menjadi Rp21 ribu.
Juga di Kota Rantepao, Toraja Utara, yang masuk wilayah 1 HET tertinggi juga hanya Rp21 ribu.
Namun, baik di Kota Makale maupun di Kota Rantepao, tak ada harga isi tabung gas yang sesuai HET. Bahkan mendekatipun tak ada biar satu.
Harga paling rendah di tengah Kota Makale dan Rantepao ialah standar Rp30 ribu, Rp35 ribu, bahkan Rp40 ribu di kios-kios kelontong.
Tak hanya mahal, kadang pun harga isi tabung gas LPG 3 Kg bahkan sudah hampir 2 minggu terakhir, di beberapa titik kios kelontong habis di tengah Kota Makale maupun Rantepao.
Contohnya, di beberapa kios klontong di dekat dari SPBU Tete Bassi, Kota Makale, Tana Toraja, Sulsel, pada Kamis pagi ini, 29 Januari.
Terpantau menjual isi gas LPG 3 Kg, ialah Rp35 ribu per tabung.
Dari keterangan penjual, bahkan ia kurang tau nama pangkalan atau penjual yang men-stok tabung gas miliknya.
Namun ia mengaku membeli isi gas LPG 3 Kg dari penjual tersebut, dengan harga Rp 28-30 ribu per tabung.
“Iya, saya beli Rp28 ribu sampai Rp30 ribu per tabung. Biasa mereka yang bawa ke sini tabung mereka,” ucapnya.
Lalu bagaimana nasib masyarakat yang ada di daerah plosok?
Padahal untuk Kabupaten Tana Toraja sendiri, ada tiga Agen LPG 3 Kg.
Yaitu, Herman Tambing di Burake, Alea di Makale Selatan, Amahira di Terminal Makale (alamat sebetulnya Tambak Narang).
Dan di Kabupaten Toraja Utara, ada 4 Agen yaitu, Yunus Kadir, Sinar Ratte, Atiga, dan Baruka.
Jumlah pangkalan di Tana Toraja juga terbilang cukup banyak, hingga capai ratusan bahkan lebih, yang tersebar di 19 kecamatan.
Sedangkan, untuk Kabupaten Toraja Utara, pangkalan capai 300-an lebih, yang tersebar di 21 kecamatan.
Disperindag Tana Toraja dan Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini ialah Polres Tana Toraja, diminta agar proaktif dalam mengontrol peredaran dan jalur distribusi dilapangan.
Bahkan di pelosok-pelosok, harga tabung gas LPG 3 Kg dapat tembus Rp50 ribu.
Salah satunya di wilayah Simbuang-Mappak, dan wilayah pelosok lainnya.
Selain mahal, kadang juga gas tersebut langka.
Sebelumnya diberitakan, untuk di wilayah Kabupaten Toraja Utara, pihak Polres Toraja Utara telah memberikan sanksi kepada dua pangkalan yang nakal.
Walaupun harga di pasar dan di kios masih fluktuatif.
Di mana pada Senin (26/1/26), pihak Polres Toraja Utara telah memanggil 4 agen dan mengsanksi 2 pangkalan, dengan rincian agen dan stok isi gas LPG 3 Kg sebagai berikut.
PT Sinar Ratte: Mengelola 138 pangkalan (Pasokan: 2.240 tabung/hari).
PT YM Yunus Kadir: Mengelola 134 pangkalan (Pasokan: 2.240 tabung/hari).
PT A3: Mengelola 40 pangkalan (Pasokan: 560 tabung/hari).
Agen Baruka: Mengelola 33 pangkalan (Pasokan: 560 tabung/hari).
Polres Toraja Utara, memberikan waktu tiga hari (dari Senin pekan ini) untuk menstabilkan harga, hingga menjamin kebutuhan stok permintaan masyarakat.
Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika melihat adanya indikasi penimbunan, permainan harga, dan lain sebagainya.
Ciri-ciri umumnya ialah label tabung gas tersebut harus bewarna kuning atau putih (artinya stok resmi dari Toraja Utara).
Masyarakat juga meminta Disperindag Toraja Utara juga proaktif menekan harga elpiji 3 Kg yang melambung tersebut. (edy)





