Sipirok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) melakukan pemetaan pemulihan kawasan pertanian yang terdampak bencana hidrometereologi, yang menyebabkan kerusakan lahan pertanian dan perkebunan di daerah setempat.
“Kita sudah melewati masa tanggap darurat dan masuk ke transisi darurat menuju pemulihan. Setelah itu, masuk lagi ke masa rekonstruksi serta rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap,” kata Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu di Sipirok, Kamis.
Menurut dia, pada masa rekonstruksi dan rehabilitasi, pihaknya akan melakukan rehabilitasi mata pencarian warga yang terdampak bencana.
Dia mengatakan kerusakan akibat bencana tersebut sudah dihitung bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu mencapai Rp2,6 triliun. Bencana tersebut merusak aset pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga aset pusat, fasilitas umum, lahan pertanian dan lainnya
Saat ini, pihaknya pun telah menyelesaikan Rencana Rekonstruksi Rehabilitasi Pasca Bencana (R3PB).
Bagi masyarakat yang kehilangan mata pencarian, kata Gus Irawan, pihaknya bersama dengan dengan PTPN akan membantu menyediakan lahan untuk hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta menyediakan lahan tumpang sari untuk masyarakat melakukan cocok tanam.
Gus Irawan mengakui kondisi tersebut memang tidak mudah, pasalnya sebagian besar masyarakat awalnya bersawah, kemudian kini diajak untuk bertanam jagung di lokasi PTPN.
Akan tetapi, pihaknya berkomitmen mendorong masyarakat tersebut dengan membagikan bibit jagung sehingga diharapkan masih tetap produktif.
Lebih lanjut, Gus Irawan mengatakan Pemkab Tapsel juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait normalisasi lahan dan reklamasi lahan pertanian.
Pihaknya terus mengupayakan agar sawah-sawah dapat segera ditanami kembali.
“Ini yang coba kami petakan dan laksanakan untuk menghidupkan mata pencarian warga terdampak,” ujar Gus Irawan.
Baca juga: Kodam I/BB pulihkan aktivitas belajar SDN di desa Tapanuli Selatan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Muhammad Taufik Batubara melaporkan kerusakan lahan pertanian di daerah setempat akibat bencana hidrometeorologi dibagi ke dalam tiga kategori, yakni berat, sedang, dan ringan.
Kategori berat terbagi menjadi dua, yakni lahan gagal panen tapi masih dapat ditanam pada tahun mendatang seluas 1.352 hektare, serta lahan rusak dan tidak dapat digunakan lagi akibat tebalnya material yang mencapai 536 hektare.
Selanjutnya, lahan yang rusak sedang seluas 77 ha dan lahan yang rusak ringan seluas 1.053 hektare.
Dia juga mengungkapkan lahan yang rusak berat dan dapat kembali ditanami akan diberikan bantuan bibit, masing-masing 25 kilogram per hektare kepada petani.
“Kami juga melakukan program dari pusat untuk melakukan optimalisasi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali untuk petani," tutur Taufik.
Baca juga: Brimob renovasi sumur masjid di Tapanuli Selatan jaga ketersediaan air
Baca juga: TNI selesaikan pembersihan SDN di Tapsel aktivitas proses belajar
“Kita sudah melewati masa tanggap darurat dan masuk ke transisi darurat menuju pemulihan. Setelah itu, masuk lagi ke masa rekonstruksi serta rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap,” kata Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu di Sipirok, Kamis.
Menurut dia, pada masa rekonstruksi dan rehabilitasi, pihaknya akan melakukan rehabilitasi mata pencarian warga yang terdampak bencana.
Dia mengatakan kerusakan akibat bencana tersebut sudah dihitung bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu mencapai Rp2,6 triliun. Bencana tersebut merusak aset pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga aset pusat, fasilitas umum, lahan pertanian dan lainnya
Saat ini, pihaknya pun telah menyelesaikan Rencana Rekonstruksi Rehabilitasi Pasca Bencana (R3PB).
Bagi masyarakat yang kehilangan mata pencarian, kata Gus Irawan, pihaknya bersama dengan dengan PTPN akan membantu menyediakan lahan untuk hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), serta menyediakan lahan tumpang sari untuk masyarakat melakukan cocok tanam.
Gus Irawan mengakui kondisi tersebut memang tidak mudah, pasalnya sebagian besar masyarakat awalnya bersawah, kemudian kini diajak untuk bertanam jagung di lokasi PTPN.
Akan tetapi, pihaknya berkomitmen mendorong masyarakat tersebut dengan membagikan bibit jagung sehingga diharapkan masih tetap produktif.
Lebih lanjut, Gus Irawan mengatakan Pemkab Tapsel juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait normalisasi lahan dan reklamasi lahan pertanian.
Pihaknya terus mengupayakan agar sawah-sawah dapat segera ditanami kembali.
“Ini yang coba kami petakan dan laksanakan untuk menghidupkan mata pencarian warga terdampak,” ujar Gus Irawan.
Baca juga: Kodam I/BB pulihkan aktivitas belajar SDN di desa Tapanuli Selatan
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan Muhammad Taufik Batubara melaporkan kerusakan lahan pertanian di daerah setempat akibat bencana hidrometeorologi dibagi ke dalam tiga kategori, yakni berat, sedang, dan ringan.
Kategori berat terbagi menjadi dua, yakni lahan gagal panen tapi masih dapat ditanam pada tahun mendatang seluas 1.352 hektare, serta lahan rusak dan tidak dapat digunakan lagi akibat tebalnya material yang mencapai 536 hektare.
Selanjutnya, lahan yang rusak sedang seluas 77 ha dan lahan yang rusak ringan seluas 1.053 hektare.
Dia juga mengungkapkan lahan yang rusak berat dan dapat kembali ditanami akan diberikan bantuan bibit, masing-masing 25 kilogram per hektare kepada petani.
“Kami juga melakukan program dari pusat untuk melakukan optimalisasi lahan pertanian agar dapat dimanfaatkan kembali untuk petani," tutur Taufik.
Baca juga: Brimob renovasi sumur masjid di Tapanuli Selatan jaga ketersediaan air
Baca juga: TNI selesaikan pembersihan SDN di Tapsel aktivitas proses belajar




