Gerakan protes nasional di Iran menghadapi penindasan brutal dari pihak berwenang. Sementara itu, berdasarkan informasi intelijen yang diterima Amerika Serikat, rezim Iran saat ini berada dalam kondisi paling rapuh sejak 1979. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran berminat untuk berunding.
Saat ini, kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln telah memasuki kawasan Timur Tengah yang berada di bawah yurisdiksi Komando Pusat AS, dan mampu melancarkan aksi militer dalam satu hingga dua hari.
EtIndonesia. Rekaman video yang telah diverifikasi menunjukkan bahwa pada 8 Januari, di wilayah Teheran Barat, sekelompok pasukan keamanan menembaki para demonstran dari atap kantor polisi.
Sementara di kota Kerman, Iran tenggara, juga dilaporkan adanya pria bersenjata berseragam militer yang terus melepaskan tembakan di sepanjang jalan. Sejak pecahnya aksi protes besar-besaran pada akhir Desember tahun lalu, pemerintah Iran telah mengerahkan seluruh mesin negara untuk melakukan penindasan dengan kekerasan.
Seorang pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) urusan Iran pada 26 Januari menyatakan bahwa ia menerima laporan yang menyebutkan pasukan keamanan Iran membawa dan menahan banyak peserta demonstrasi yang sedang menjalani perawatan medis dari rumah sakit.
“Belakangan ini saya menerima banyak laporan bahwa pasukan keamanan, termasuk aparat berpakaian sipil, memasuki rumah sakit untuk mengidentifikasi para demonstran dan kemudian menahan mereka. Menurut saya, konsekuensi dari situasi ini adalah para demonstran yang terluka memilih untuk tidak mencari perawatan medis. Hal ini hampir pasti akan menyebabkan lebih banyak kematian serta korban luka yang seharusnya bisa diselamatkan,” kata Pelapor Khusus PBB untuk Iran, Mai Sato.
Menurut laporan media, Presiden AS Donald Trump telah menerima sejumlah analisis intelijen yang menunjukkan bahwa kondisi rezim Islam Iran saat ini merupakan yang paling rapuh sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Dinasti Pahlavi.
Dalam wawancara dengan Axios pada 26 Januari, Trump menyatakan bahwa Iran menunjukkan niat untuk bernegosiasi mengenai suatu kesepakatan. Ia mengatakan bahwa situasi Iran “berubah dengan sangat cepat”, karena Amerika Serikat telah mengerahkan “armada besar” ke wilayah sekitar Iran.
Komando Pusat AS juga mengonfirmasi pada tanggal 26 bahwa kapal induk USS Abraham Lincoln beserta beberapa kapal perusak berpeluru kendali telah memasuki wilayah Timur Tengah yang berada di bawah komando mereka.
Seorang pejabat anonim menyatakan bahwa jika Gedung Putih memerintahkan serangan terhadap Iran, kelompok tempur Lincoln dapat melancarkan operasi militer dalam waktu satu hingga dua hari.
Laporan gabungan oleh Chen Huimo dan Chen Lingzhi, New Tang Dynasty Asia-Pacific Television.




