Pemerintah terus mengintensifkan layanan kesehatan gratis sebagai bagian dari percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, khususnya di Kabupaten Gayo Lues.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.
Melalui sinergi lintas sektor, pelayanan kesehatan mobile digelar langsung menyasar desa-desa terpencil dan wilayah yang sulit dijangkau.
Dari laporan di lapangan per Rabu (28/1), di Desa Tetingi, Kecamatan Teripe Jaya, suasana tenda darurat tampak hidup sejak pagi hari. Sejumlah personel TNI dengan sigap melayani warga yang datang untuk memeriksakan kesehatan.
Pemeriksaan tekanan darah atau tensi menjadi layanan yang paling banyak dimanfaatkan, terutama oleh warga lanjut usia yang terdampak secara fisik dan psikis akibat bencana. Kehadiran layanan ini memberi rasa aman sekaligus harapan bagi masyarakat setempat.
Pelayanan serupa juga berlangsung di Desa Gampung Lempuh, Kecamatan Putri Betung. Tidak hanya berpusat di tenda atau rumah warga, layanan kesehatan bahkan dibuka di ruang terbuka, beratapkan langit dengan alas batu dan tanah.
Meski sederhana, antusiasme warga terlihat jelas. Senyum dan raut lega menghiasi wajah mereka saat menjalani pemeriksaan kesehatan, menandakan betapa layanan gratis ini sangat berarti di tengah kondisi darurat.
Sementara itu, di Posko Kesehatan Yonif TP 855/Raksaka Dharma, antrean warga tampak mengular dengan tertib. Mayoritas yang datang adalah bapak-bapak, ibu-ibu, serta balita yang membutuhkan pemantauan kesehatan.
Layanan ini memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi orang tua yang khawatir terhadap kondisi kesehatan anak-anak mereka pascabencana.
Di Desa Rerebe, Kecamatan Teripe Jaya, meja layanan kesehatan dipenuhi berbagai jenis obat-obatan yang telah disiapkan. Warga bergantian menjalani pemeriksaan dan pengobatan.
Di lokasi ini, personel TNI bekerja berdampingan dengan petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan, memperkuat kolaborasi dalam pelayanan kemanusiaan.
Layanan kesehatan mobile juga menjangkau Desa Ekan, Kecamatan Pining. Beralaskan tikar, personel TNI melayani masyarakat dengan penuh kepedulian. Tumpukan obat-obatan telah disiapkan untuk membantu memulihkan kondisi kesehatan warga.
Pemerintah memastikan layanan kesehatan gratis akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar pulih, sebagai wujud komitmen negara hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Warga Semakin Mudah Cek Kondisi Medis di TapanuliAksi personel TNI di lokasi terdampak bencana di Sumatra Utara tidak hanya terbatas pada pengawalan proses pemulihan dan pembangunan infrastruktur. Mereka juga berkontribusi dalam aksi sosial, salah satunya dengan membuka layanan kesehatan bagi warga di sejumlah wilayah terdampak.
Berdasarkan pantauan pada Rabu (28/1), TNI membuka pelayanan kesehatan di dua kabupaten, yakni Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Lokasi layanan dipilih secara strategis, dekat dengan tempat tinggal warga, seperti posko pengungsian dan kawasan permukiman, guna memudahkan akses masyarakat.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, misalnya, TNI membuka pelayanan kesehatan di Kelurahan Pasar Tukka dan Desa Kebon Pisan Lorong 3.
Di dua lokasi tersebut, petugas Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) memberikan layanan pemeriksaan kesehatan sederhana di depan rumah warga. Mereka melayani masyarakat yang silih berganti datang membutuhkan bantuan medis, sekaligus menyiagakan ambulans untuk penanganan darurat jika sewaktu-waktu diperlukan.
Selain di kawasan permukiman, TNI juga membuka layanan kesehatan di tenda-tenda pengungsian di Desa Hutanabolon dan Desa Kebon Pisang. Stetoskop dan tensimeter menjadi peralatan utama petugas lapangan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga. Tak lupa, mereka juga memberikan obat-obatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, layanan kesehatan difokuskan di tenda pengungsian Batu Hula serta permukiman warga terdampak di Desa Garoga. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana.
Seluruh upaya ini menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat. TNI tidak hanya berperan menjaga kedaulatan negara, tetapi juga garda terdepan dalam misi kemanusiaan dan pelayanan publik, khususnya di saat-saat krisis.




