Samsung Raup Pendapatan Rp3.900 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel), Samsung Electronics, mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang masa tahun lalu.

Samsung Raup Pendapatan Rp3.900 Triliun pada 2025, Rekor Tertinggi. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel), Samsung Electronics, mencatatkan pendapatan tertinggi sepanjang masa tahun lalu.

Dilansir dari Xinhua pada Kamis (29/1/2026), pencapaian tersebut berkat kuatnya permintaan chip semikonduktor dan melonjaknya harga memori.

Baca Juga:
Pelanggan Puji Chip HBM4 Samsung, Saham Melonjak 7,2 Persen

Pendapatan perusahaan mencapai 333,61 triliun won atau sekitar Rp3.900 triliun pada 2025, tumbuh 10,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Laba operasionalnya melonjak 33,2 persen menjadi 43,60 triliun won, sementara laba bersihnya meroket 31,2 persen menjadi 45,21 triliun won.

Baca Juga:
Harga Memori Naik Tajam, Laba Samsung Melonjak 200 Persen

Untuk Oktober-Desember 2025, laba operasi meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 20,07 triliun won, dibanding dengan kuartal yang sama pada 2024.

Kuartal lalu, pendapatan meningkat 23,8 persen menjadi 93,84 triliun won, dan laba bersih melonjak 153,3 persen menjadi 19,64 triliun won.

Baca Juga:
Laba Samsung Diprediksi Melonjak 160 Persen pada Kuartal IV-2025

Baik pendapatan maupun laba mencapai rekor tertinggi sepanjang masa untuk kuartal tersebut, didorong oleh peningkatan penjualan memori bandwidth tinggi (HBM) dan produk bernilai tambah tinggi lainnya, serta lonjakan harga chip secara keseluruhan.

Samsung memperkirakan booming kecerdasan buatan (AI) yang sedang berlangsung akan terus mendorong kondisi pasar yang menguntungkan untuk bisnis memori pada kuartal I-2026.

Penjualan smartphone menurun pada kuartal lalu akibat melemahnya efek peluncuran model baru. Namun, perusahaan mencatat pertumbuhan laba tahunan dua digit pada 2025 melalui pertumbuhan smartphone unggulan dan penjualan tablet serta perangkat wearable yang stabil.

Profitabilitas TV tetap berada di bawah tekanan di tengah persaingan pasar yang ketat. Pendapatan dari peralatan rumah tangga menyusut akibat rendahnya permintaan AC. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Lantik Anggota Dewan Energi Nasional, Bahlil Jadi Ketua Harian
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Haru Istri Hogi Usai Kasus Suaminya Diminta Komisi III Dihentikan: Terima Kasih
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota DPR nilai pekerja belum terlindungi meski ekonomi terus tumbuh
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Terungkap, Ini Biang Kerok Kapal Menumpuk di Pelabuhan Muara Angke
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Mesin Pompa Air di Polder Kalimati Bekasi Kebakaran
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.