Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan normalisasi Kali Ciliwung dilanjutkan. Proses pembebasan lahan dan pembayaran dilakukan secara bertahap.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau Kali Ciliwung. Menurut dia, pembebasan lahan dan pembayaran dilakukan sejak tahun lalu.
“Jadi tahun 2025 kemarin kita sudah membayarkan 20 bidang di lokasi Ciliwung," kata Ika di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Ika menambahkan, pembayaran lanjutan akan dilakukan pada 17 bidang berikutnya. Panjang bidang tanah tersebut mencapai 557 meter.
"Kemudian minggu depan, bismillahirrahmanirrahim, kita akan bayarkan lagi 17 bidang di segmen,” ungkap Ika.
Ika menjelaskan, progres di Cawang dan Cililitan telah mencapai sekitar 830 meter dan terus bertambah. Untuk melanjutkan program normalisasi, Pemprov DKI telah menyiapkan alokasi anggaran pada 2026 sebesar sekitar Rp300 miliar.
Baca Juga :
Pemprov DKI Lanjutkan Normalisasi CiliwungHal senada disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. DKI 1 itu memastikan proses pembebasan lahan dalam program normalisasi Sungai Ciliwung dilakukan secara langsung oleh pemerintah daerah, tanpa perantara, dan berjalan tanpa gejolak di lapangan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Cony.
Pramono menegaskan, pendekatan tersebut dilakukan agar kelanjutan normalisasi Ciliwung dapat berjalan lancar sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir jangka menengah di Jakarta.
Pramono menyampaikan, Pemprov DKI menginginkan seluruh proses normalisasi, khususnya pembebasan lahan, dilakukan secara tertib dan tidak menimbulkan polemik. Pembebasan lahan dikerjakan langsung oleh Dinas Sumber Daya Air, dengan koordinasi bersama BPN dan pemerintah wilayah setempat.
“Karena memang saya menginginkan normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan tidak ribut-ribut. Dan teman-teman pasti gak menyangka bahwa kami sudah melakukan pembebasan yang cukup masif di tempat ini,” kata Pramono
Di lapangan, pembebasan lahan di wilayah Jakarta Timur, khususnya Cawang dan Cililitan, telah menunjukkan progres signifikan. Proses tersebut dinilai berjalan kondusif berkat kerja sama lintas instansi hingga tingkat kelurahan.




