Serba-serbi Piala Dunia 1938: Celana Meazza Melorot Saat Penalti

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Kunta Bayu Waskita

TVRINews – Paris, Prancis

Sebagai edisi terakhir sebelum terhenti oleh Perang Dunia II, Piala Dunia 1938 menjadi panggung yang layak untuk dikenang karena berbagai momen menarik yang terjadi di dalamnya. 

Piala Dunia 1938 di Prancis bukan hanya tentang Italia yang kembali menjadi juara dunia. Turnamen yang digelar pada 4-19 Juni 1938 itu menyimpan banyak cerita unik, dramatis, dan terkadang ganjil. 

Mulai dari pengaruh politik global, pertandingan paling brutal dalam sejarah Piala Dunia, hingga momen tidak terduga yang justru mengundang tawa di tengah ketegangan.

Sebagai edisi terakhir sebelum terhenti oleh Perang Dunia II, Piala Dunia 1938 menjadi panggung yang layak untuk dikenang karena berbagai momen menarik yang terjadi di dalamnya. 

Dari Austria yang menghilang dalam daftar peserta akibat tragedi Anschluss, kekesalan negara-negara Amerika Selatan terhadap FIFA, laga keras yang dijuluki Battle of Bordeaux, hingga kisah legendaris celana Giuseppe Meazza yang melorot saat mengeksekusi penalti.

1. Piala Dunia di Tengah Ketegangan Politik

Piala Dunia 1938 berlangsung di tengah situasi politik Eropa yang memanas. Austria, yang sebenarnya telah lolos ke putaran final, tidak bisa ikut serta setelah dianeksasi Jerman Nazi pada Maret 1938 melalui peristiwa Anschluss. 

Beberapa pemain Austria kemudian dipaksa bergabung dengan Timnas Jerman, sementara sebagian lainnya memilih menyingkir. Salah satu yang paling dikenang adalah Matthias Sindelar, bintang Austria yang menolak bermain sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap rezim Nazi.

2. Protes Amerika Selatan terhadap FIFA

Penunjukan Prancis sebagai tuan rumah juga memicu kekecewaan dari negara-negara Amerika Selatan. Mereka merasa FIFA tidak adil dalam rotasi tuan rumah, mengingat dua edisi sebelumnya digelar di Uruguai (1930) dan Italia (1934).

Menurut pihak Amerika Selatan, seharusnya Piala Dunia 1938 jangan digelar di wilayah Eropa lagi. Kondisi ini membuat sejumlah negara Amerika Selatan sempat mempertimbangkan boikot, dan hanya Brasil serta Kuba yang akhirnya tampil di Prancis.

3. Battle of Bordeaux, Laga Paling Brutal

Salah satu peristiwa paling dramatis terjadi pada perempat final antara Brasil melawan Cekoslowakia. Pertandingan ini dikenal sebagai Battle of Bordeaux karena sarat pelanggaran keras. 

Tiga kartu merah pertama dalam sejarah Piala Dunia dikeluarkan pada laga ini, sementara dua pemain mengalami patah tulang. Bahkan Leonidas da Silva, bintang Brasil yang kemudian menjadi pencetak gol terbanyak turnamen, ikut cedera akibat kerasnya pertandingan.

4. Ketika Celana Giuseppe Meazza Melorot

Muncul pula kisah unik yang menjadi cerita turun-temurun Piala Dunia di tengah atmosfer tegang itu. Pada laga semifinal melawan Brasil, Italia mendapatkan hadiah penalti. Kapten Giuseppe Meazza maju sebagai eksekutor, namun tali celananya tiba-tiba putus sehingga celananya melorot. 

Dengan satu tangan menahan celana, Meazza tetap mengeksekusi penalti dan mencetak gol. Momen menggelikan tersebut memancing tawa penonton dan pemain lawan, sekaligus menjadi salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia.

Editor: Kunta Bayu Waskita

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Datang di Tengah Krisis, Roman Papryga Jadi Harapan Baru Persis Solo di Super League 2025/2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Pujian Shayne Pattynama untuk John Herdman: Pelatih berkualitas yang Bisa Membawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia
• 19 jam lalubola.com
thumb
Boiyen Gugat Cerai Suami Usai 2 Bulan Menikah, Sidang Sudah Digelar di PA Tigaraksa
• 21 jam laluintipseleb.com
thumb
Flu burung ancam kehidupan penguin Afrika yang terancam punah
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Shayne Pattynama: Kami Siap Bersaing dengan Persib untuk Raih Juara
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.