Grid.ID – Aktor senior Ferry Salim kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena peran terbarunya di layar lebar, melainkan karena pencapaiannya di bidang hukum. Di sela-sela kesibukannya di industri film, Ferry Salim ternyata telah resmi menyandang status sebagai advokat.
Ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/1/2026), Ferry Salim secara terbuka mengungkapkan latar belakang pendidikannya yang mungkin belum banyak diketahui publik. Ia menyebut bahwa dirinya telah menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) hingga Magister (S2) di bidang Hukum.
“Iya, jadi gini. Saya kebetulan memang lulus S1 dan S2 Hukum. Dan kemudian juga sudah kemarin ujian atau sudah disumpah advokat gitu,” ujar Ferry Salim.
Meski telah resmi disumpah sebagai advokat, Ferry mengaku belum sepenuhnya terjun aktif menangani kasus hukum. Saat ini, ia masih berada dalam tahap penjajakan, mengingat padatnya jadwal pekerjaan di dunia perfilman yang masih menjadi fokus utamanya.
“Tapi sementara masih dalam tahap penjajakan, kebetulan saya masih lagi banyak pekerjaan di film. Jadi sementara ya sambil jalan aja gitu,” jelasnya.
Ferry menegaskan bahwa profesi advokat bukanlah sesuatu yang ia jalani secara terburu-buru. Ia memilih untuk melangkah perlahan dan realistis, menyesuaikan dengan kapasitas waktu dan energi yang dimilikinya. Apabila ada kasus yang memungkinkan untuk ditangani, Ferry mengaku telah memiliki rekan atau partner yang bisa bekerja sama dengannya.
"Kalau memang ada kasus atau apa gitu, kebetulan saya ada partner saya gitu ya. Tapi sementara masih lebih banyak menyelesaikan film-film saya,” lanjutnya.
Menurut Ferry Salim, ketertarikannya pada dunia hukum bukan semata-mata karena gelar akademik, tetapi juga karena ia melihat hukum sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ia menilai bahwa setiap aktivitas manusia, sejak keluar rumah hingga kembali beristirahat, selalu bersinggungan dengan aturan dan hukum.
“Karena gini, menurut saya dalam kehidupan kita sehari-hari, kita setiap hari bergelut dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan hukum,” tuturnya.
Ia mencontohkan berbagai situasi sederhana yang kerap luput dari perhatian, namun sejatinya memiliki konsekuensi hukum. Mulai dari perjalanan ke kantor, kegiatan liputan, hingga risiko kecelakaan di jalan, semuanya berada dalam kerangka aturan yang telah ditetapkan.
“Begitu kita keluar rumah pagi-pagi pergi ke kantor, ke tempat kerja, keliputan gitu, bisa aja berhadapan dengan hukum. Misalnya amit-amit kecelakaan atau apapun gitu, itu pasti ada faktor aturan dan hukumnya,” jelas Ferry.
Bahkan, menurutnya, hukum juga hadir di lingkungan paling personal, yakni rumah tangga. Setiap individu memiliki kewajiban dan batasan yang diatur, baik secara tertulis maupun tidak tertulis.
“Di rumah juga bisa aja kena hukum ya gitu, ada hukumannya kan kalau macam-macam gitu kan,” ucapnya.
Meski memiliki minat besar di bidang hukum, Ferry Salim tak menampik bahwa tantangan terbesarnya selama menempuh pendidikan hingga akhirnya disumpah sebagai advokat adalah soal manajemen waktu. Dengan berbagai peran yang ia emban, membagi waktu menjadi persoalan yang tidak sederhana.
“Sebenarnya kesulitan saya cuma satu, dengan membagi waktu aja sih gitu,” ungkapnya jujur.
Ia menyebutkan bahwa selain kuliah dan bekerja sebagai aktor, dirinya juga harus menjalani peran sebagai kepala keluarga, UNICEF Ambassador, pengusaha, serta berbagai tanggung jawab lainnya. Semua itu menuntut komitmen dan disiplin yang tinggi.
“Begitu sulitnya untuk membagi waktu antara kuliah, bekerja, menjadi kepala keluarga, menjadi ambassador UNICEF, kemudian ngurusin bisnis dan lain-lain. Ya itu waktu aja sih sebetulnya,” katanya.
Tekanan semakin terasa karena dunia akademik memiliki aturan ketat, terutama terkait kehadiran. Ferry mengaku sering berada dalam situasi dilema antara memenuhi kewajiban kuliah atau menjalani jadwal syuting yang tidak bisa ditinggalkan.
“Karena kan yang namanya kuliah itu kan ada standar di mana kita tidak boleh tidak masuk dalam berapa, 30% kehadiran gitu kan ya. Nah itu yang paling sulit tuh,” ujarnya.
Tak jarang, kondisi tersebut membuatnya merasa tertekan. Namun di balik rasa stres itu, Ferry justru menemukan tantangan yang memacu semangat dan memberinya kepuasan tersendiri.
“Stres! Gimana caranya hari ini harus kuliah, tapi harus syuting gitu kan. Ya itulah dia, tapi itu tantangannya yang ternyata sangat saya rindukan,” pungkas Ferry Salim. (*)
Artikel Asli



