Antrean Kapal di Pelabuhan Muara Angke, Polisi Koordinasi dengan Pengelola Cari Solusi

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Terjadi kepadatan kapal ikan di dermaga Pelabuhan Muara Angke. Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UPPP) Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, melakukan koordinasi mencari solusi.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo menyampaikan koordinasi telah dilaksanakan pada Selasa (27/1) kemarin. Koordinasi melibatkan Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Hitler Napitupulu bersama Kepala UPPP Muara Angke Mahad terkait adanya keluhan pengusaha kapal ikan James Wiling.

Keluhan tersebut menyoroti sulitnya kapal keluar masuk kolam dermaga akibat kepadatan kapal yang berlebihan. Menurut hasil koordinasi, saat ini kolam Pelabuhan Muara Angke memiliki luas sekitar 1.200 meter dengan kapasitas ideal sekitar 1.000 unit kapal.

Baca juga: Kapal Padat di Muara Angke, Pemprov DKI Akan Tambah Kapasitas Pelabuhan

Namun fakta di lapangan menunjukkan jumlah kapal yang bersandar mencapai 2.564 unit sehingga menyebabkan overload dan menghambat gerak kapal.

"Permasalahan utama yang sangat dirasakan para pengusaha kapal ikan adalah kepadatan kapal yang jauh melebihi kapasitas kolam pelabuhan," ungkap Aris Wibowo, Kamis (29/1/2026).

Antrean pengisian BBM di SPBU Muara Angke turut memperparah situasi. Saat ini, SPBU hanya mampu melayani 6 hingga 8 kapal per hari. Angka itu menurun dari sebelumnya yang bisa melayani 12 hingga 14 kapal per hari. Meski demikian, stok BBM masih cukup.

Ada dua fasilitas pengisian BBM di Pelabuhan Muara Angke yakni SPBU di Jalan Pendaratan Udang Dermaga Muara Angke dengan kuota 60.000 KL per tahun, serta SPBB Bintang Muara Jaya dengan kuota 7.000 KL per tahun.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan banyak kapal tidak beroperasi, antara lain permintaan relaksasi aturan Vessel Monitoring System (VMS) bagi kapal di atas 30 GT, kondisi cuaca buruk, kapal yang tidak beroperasi selama lebih dari tiga tahun namun masih bersandar di kolam dermaga, serta aktivitas perbaikan kapal yang tidak pada tempatnya.

Baca juga: Horor Sanca Bersarang di Balik Tembok hingga 2 Tahun di Bogor

Faktor budaya juga turut memengaruhi, di mana sebagian besar pemilik kapal keturunan Tionghoa mempercayai hari baik untuk melaut setelah perayaan Imlek/Gong Xi Fa Cai pada 17 Februari 2026. Ditambah lagi, proses penerbitan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) juga masih menjadi kendala, meski sekitar 90 persen SIPI di wilayah Muara Angke telah diterbitkan.

Sebagai tindak lanjut, pihak UPPP Muara Angke bersama Polsek Kawasan Sunda Kelapa secara rutin melakukan penertiban kapal-kapal yang menumpuk di kolam dermaga guna membuka alur pelayaran, khususnya bagi kapal yang telah selesai mengisi BBM.

"Upaya penertiban dilakukan setiap hari agar mobilitas kapal tetap berjalan dan situasi kamtibmas tetap kondusif," tegas Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa AKP Hitler Napitupulu.

Bhabinkamtibmas Muara Angke AIPTU Setiyono juga memberikan imbauan kepada para anak buah kapal (ABK) agar segera meninggalkan kolam dermaga setelah pengisian BBM selesai. Sementara itu, Unit Intelkam Polsek Kawasan Sunda Kelapa terus melakukan monitoring untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Dengan langkah tersebut, diharapkan permasalahan kepadatan kapal di Pelabuhan Muara Angke dapat segera terurai dan aktivitas pelayaran nelayan kembali berjalan normal.




(idn/dhn)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Viral! Beri Nasihat di Kelas, Guru di Pamulang Malah Dilaporkan Murid
• 31 menit lalugenpi.co
thumb
Curah Hujan Tinggi, Pramono Kebut Normalisasi Kali Cakung Lama dan Ciliwung
• 1 jam laludetik.com
thumb
Bansos PKH-BPNT 2026 Tahap 1 Cair Februari untuk 18 Juta Penerima, Ini Cara Cek Apakah Kamu Termasuk
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Peringatan BMKG Hujan Besok: Jakut-Jakbar Level SIAGA, Lebat hingga Sangat Lebat
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Gandeng APKB, Bea Cukai Bandung Menyalurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.