TABLOIDBINTANG.COM - Ariana Grande bicara soal gaya busananya yang paling diingat para penggemarnya: hoodie kebesaran, sepatu bot setinggi paha, dan tampilan khas yang melekat kuat pada dirinya sepanjang 2018. Bagi banyak orang, gaya tersebut dianggap sebagai pernyataan mode. Namun bagi Grande, pilihan busana itu jauh lebih personal—bahkan menjadi cara bertahan hidup di tengah salah satu periode paling melelahkan secara emosional dalam hidupnya.
Dalam episode terbaru seri Life in Looks majalah Vogue, Grande berbicara terbuka saat menelusuri kembali busana-busana lamanya. Ketika sebuah foto dari 2018 muncul di layar, ia tak menutup-nutupi perasaannya. “Itu adalah masa yang sangat aneh dalam hidup saya,” ujar Grande, sebelum menjelaskan alasan di balik gaya yang kemudian menjadi ciri khas tersebut.
Menurut Vogue, segmen tersebut memberi ruang bagi Grande untuk mengungkap beban emosional di balik pilihan gayanya. Ia mengaku tengah memproses banyak hal dan ingin bersembunyi dalam pakaian yang terasa nyaman. “Saya hanya ingin bersembunyi dalam sesuatu yang benar-benar cozy,” katanya. Kenyamanan menjadi prioritas utama karena, menurutnya, saat itu ia tidak memiliki energi mental untuk memikirkan soal pakaian.
Meski demikian, ada satu detail yang tetap ia pertahankan. “Saya ingat sepatu bot itu masih membuat saya merasa percaya diri,” kata Grande. “Jadi hal paling mudah adalah mengenakan sweatshirt dan sepatu bot yang seksi—dan begitulah semuanya terjadi.”
Gaya tersebut dengan cepat menjadi tren. Para penggemar menirunya, kolom-kolom mode membedahnya. Namun bagi Grande, semua itu bukan tentang estetika, melainkan upaya untuk bisa menjalani hari demi hari. Ia kembali menegaskan dalam video tersebut, “Ini adalah masa yang sangat aneh dalam hidup saya,” menandakan betapa beratnya periode tersebut.
Tahun yang sama juga membawa pukulan besar lainnya. Pada September 2018, mantan kekasih Grande, rapper Mac Miller, meninggal dunia akibat overdosis tak disengaja di usia 26 tahun. Kehilangan itu memperdalam luka di fase hidupnya yang sudah penuh tekanan.
Dalam wawancara Vogue edisi Agustus 2019, Grande menggambarkan dukanya dengan jujur. “Hubungan kami tidak sempurna, tapi—dia adalah orang terbaik yang pernah ada, dan dia tidak pantas mendapatkan iblis-iblis yang menghantuinya,” ujarnya.
Ia juga mengungkap dampak kehilangan tersebut terhadap dirinya. “Saya sudah lama menjadi perekat, dan saya mendapati diri saya menjadi… semakin tidak melekat. Potongan-potongannya mulai mengambang pergi.”
Kini, ketika menoleh ke belakang, hoodie yang kebesaran memiliki makna yang lebih jelas. Busana tersebut bukan sekadar pakaian, melainkan perisai sunyi di masa ketika berdandan bukanlah prioritas, dan bertahan hidup menjadi hal yang paling utama.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487547/original/040406800_1769668544-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
