REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan seluruh Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi wajib menanggalkan identitas jabatan dan profesi masing-masing saat bertugas di Tanah Suci.
Dahnil menekankan amanah sebagai petugas haji adalah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sepenuh hati, baik sebagai amanah dari jamaah maupun dari negara.
Baca Juga
NU Dukung Polri Ada di Bawah Presiden
Surat Edaran Dikeluarkan, Bupati Dadang Ingatkan Warga Bandung Soal Cuaca Ekstrem
Kemenag: Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1447 H Dilakukan di Masjid IKN
“Oleh sebab itu, apapun profesi anda apakah dosen, ASN, reporter, anchor, mungkin pejabat, mungkin pengusaha, polisi, tentara, jaksa, dan sebagainya Itu semuanya nanti hilang. Kita akan bersama-sama di Tanah Haram Itu bertugas sebagai petugas haji,”kata Dahnil di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menjalani Pelatihan Baris Berbaris di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (12/1/2026). - (Republika-Fernan Rahadi)
Dahnil mengingatkan bahwa selama bertugas di Tanah Haram, seluruh latar belakang profesi harus dilepaskan. Dahnil juga menekankan pentingnya kekompakan, kedisiplinan, dan rasa kekeluargaan di antara para petugas.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia mengemukakan, selama menjalani diklat bersama, para peserta telah menjadi satu keluarga besar petugas haji, termasuk para instruktur yang diibaratkan sebagai orang tua dan kakak.“Lihat kanan kiri, lihat belakang, lihat depan. Inilah saudara-saudara anda. Ini sudah menjadi keluarga anda,”kata dia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi harus memahami alur pelayanan secara menyeluruh. - (Republika/Fernan Rahadi)