10.000 mahasiswa dikerahkan bantu pemulihan bencana Sumatera

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Medan (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melepas 10.000 mahasiswa relawan bencana Sumatera dari berbagai perguruan tinggi untuk terjun langsung mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Baharuddin di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis, mengatakan pelepasan 10 ribu mahasiswa relawan bencana Sumatera itu dilakukan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman di Auditorium Unimed.

Kegiatan tersebut, kata dia, bukan sekadar agenda seremonial, tetapi sebagai upaya memastikan keberlanjutan kolaborasi dan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.

Ia menyebutkan keterlibatan mahasiswa juga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan jangka pendek.

Baca juga: Kemdiktisaintek ajak PTN pulihkan Sumatera lewat pengabdian masyarakat

"Keterlibatan universitas negeri dan swasta, politeknik, serta institusi kesehatan, dalam program itu menunjukkan bahwa upaya pemulihan bencana membutuhkan kolaborasi lintas institusi dan pendekatan multidisipliner, mulai dari pendidikan, kesehatan, teknologi, hingga pemberdayaan sosial masyarakat," katanya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyebutkan keterlibatan mahasiswa juga merupakan bagian dari proses pembelajaran yang utuh, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan jangka pendek.

Setiap kelompok mahasiswa didampingi oleh tim dosen pembimbing yang memiliki kompetensi riset dan inovasi, sehingga penerapan teknologi di lapangan tetap berbasis kajian ilmiah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Kemdiktisaintek salurkan Rp124,3 miliar untuk darurat bencana Sumatera

Selanjutnya ia menyampaikan pihaknya menyesuaikan kebutuhan daerah terdampak dengan jumlah mahasiswa yang diturunkan.

Penyebaran mahasiswa terbanyak di Aceh yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, sementara di Sumatera Utara ada di Kabupaten Tapanuli Selatan, dan di Sumatera Barat adalah di Kabupaten Agam.

Salah satu kekuatan utama program itu adalah penerapan inovasi teknologi tepat guna. Inovasi yang dibawa mahasiswa merupakan hasil riset perguruan tinggi yang disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat, bukan solusi generik yang sulit diterapkan di lapangan.

Baca juga: Kemdiktisaintek catat sebanyak 60 kampus terdampak bencana Sumatera


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Special Guest Terungkap! Ari Lasso dan Rony Parulian Ramaikan Konser Bryan Adams
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Snap Pisahkan Bisnis Kacamata AR Jadi Specs Inc untuk Perkuat Daya Saing Wearable
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono: Tolong Lihat Rekam Jejak Saya
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Ketua OJK: BEI Akan Revisi Aturan Free Float Saham Jadi 15 Persen
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Warga Tolak Trump Intervensi Politik Dalam Negeri Irak
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.