CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Seluruh Ahli Jawatankuasa Eksekutif atau Komite Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) periode 2025-2029 mengundurkan diri pada Rabu (28/1/2026).
Pengunduran diri seluruh Komite Eksekutif FAM buntut dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi, dan mendapat hukuman berat dari FIFA.
Langkah pengunduran diri ini dimaksudkan untuk menjaga reputasi dan kepentingan organisasi, sekaligus mengurangi risiko lebih buruk yang dapat berdampak terhadap sepak bola Malaysia secara keseluruhan.
“Ini adalah langkah bijaksana dan berprinsip yang diambil mengingat situasi terkini yang telah menarik perhatian publik,” bunyi pernyataan resmi FAM.
Kasus ini melibatkan tujuh pemain yang diduga menggunakan dokumen tidak sah untuk memperoleh status kewarganegaraan Malaysia.
Mereka adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
FIFA menilai FAM melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) mengenai pemalsuan dokumen. Akibatnya, FAM dijatuhi denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,2 miliar.
Sementara ketujuh pemain tersebut masing-masing didenda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41,5 juta) dan dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Kasus ini menjadi salah satu krisis terbesar dalam sejarah FAM, yang kini berupaya memulihkan kepercayaan publik serta menjaga integritas sepak bola Malaysia di mata dunia.



